Membangun Data itu Mahal dan Sulit Karena Menyangkut Keberhasilan Sebuah Program

Wonogiri – Keberhasilan sebuah program dan perencanaan pembangunan sangat tergantung dari data yang valid dan akurat pada seluruh lembaga pelaksana pendidikan agama dan keagamaan Islam termasuk pondok pesantren, Madin dan TPQ.

Dalam menyusun data dan informasi lembaga pendidikan keagamaan harus valid karena sebagai tolok ukur dan perencanaan dimasa mendatang. Dengan data yang akurat dan valid, maka pengembangan lembaga lebih terstruktur dan lebih mudah.

Membangun data itu mahal dan sulit, tapi jauh lebih mahal dan sulit jika membangun tanpa data.  Diantara  acuan utama data pendidikan Islam adalah data EMIS harus berkualitas dan dapat diandalkan. Ada beberapa kreteria, diantaranya obyektif, representatif, akurat, relevan, dan tepat waktu. Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat disajikan data yang lebih baik.

Hal tersebut di sampaikan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi dalam acara Rapat Koordinasi dan Pendidikan Lembaga Agama dan Keagamaan Islam Kabupaten Wonogiri di ruang rapat Kankemenag Wonogiri, Selasa (12/09) hadir dalam acara tersebut pengurus KKG PAI SD, Pengurus MGMP PAI SMP/SMA/SMK serta Pengawas pendidikan Agama Islam.

Pendataan Menurut Ka. Kankemenag Wonogiri berfungsi untuk menyediakan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, perencanaan dan penyusunan anggaran juga  bertujuan untuk memperbaiki kekurangan/membenahi data-data yang ada pada lembaga agar memperoleh data yang akurat, valid dan akuntabel sehingga di harapkan semua data benar sesuai dengan petunjuk yang diberikan dan yang lebih penting lagi data yang diisikan harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sedangkan Menurut Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Sarwono, Data lembaga keagamaan Islam harus lengkap dan tepat atau aktual penting lagi data yang tersedia di seksi harus dinamis, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, beliau  akan berusaha melakukan pendataan langsung ke lembaga pendidikan keagamaan utamanya pondok pesantren yang ada di Kabupaten Wonogiri.

“Data harus berkualitas, berbasis rujukan data yang valid dan up to date, serta akurat. Meningat data yang masuk ke Kemenag akan menjadi pijakan pengambilan kebijakan kedepannya,” ungkap Sarwono.

Dalam rapat tersebut Sarwono selaku Kasi PAKIS yang baru juga memohon dukungan dan kerjasamanya untuk peningkatan kualitas lembaga pendidikan agama dan keagamaan Islam di Kabupaten Wonogiri.

“Tercapainya akurasi data pada lembaga agama dan  keagamaan Islam harus mampu meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Islam dalam hal pelayanan penguatan data,” harap Sarwono (Mursyid_Heri)