Membumikan Gerakan Literasi, Jangan Ragu Menulis Mimpimu

Jepara – Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam hal ini MTsN 1 Jepara menggelar berbagai lomba menarik dalam rangka menyambut hari Kartini yang dirayakan setiap tanggal 21 April.

Ada empat macam lomba yang bisa diikuti siswa. Mulai dari lomba foto kartini masa kini, lomba tutorial make up dan hijab, lomba musikalisasi lagu dolanan, dan lomba menulis surat dan mimpi masa depan.

Lomba ini hanya diikuti oleh siswa kelas 7 dan 8 saja. Dikarenakan kelas 9 harus bersiap mengikuti ujian. Dari 770 jumlah siswa di kelas 7 dan 8, ada 506 anak yang telah mendaftar mengikuti lomba tersebut.

Yang menarik adalah lomba menulis surat dan mimpi masa depan, dimana sebanyak 110 anak sudah mendaftar untuk mengikuti lomba tersebut. Lomba menulis mempunya tema: Kartini bermartabat, berani jujur dalam proses KBM hebat.

Masing-masing lomba telah disediakan hadiah berupa uang pembinaan mulai dari 50.000 hingga 250.000.

Dengan adanya lomba ini, diharapkan siswa bisa meneladani sikap Kartini yang mampu melawan penindasan dan diskriminasi pada perempuan yang sering terjadi pada zaman itu.

“Siswa bisa meneladani sikap RA Kartini yang menjadi jembatan perjuangan para wanita di tanah air dan berani melawan kesewenang-wenangan yang terjadi pada zaman itu. Kami harap Kartini bisa menjadi motivasi siswa dalam melawan apapun yang menjadi penghalang mereka belajar” ujar Umi Hanik, Kepala MTsN 1 Jepara.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Nor Rosyid, juga menjelaskan hal yang sama tentang Kartini.

Sebagai seorang perempuan Jawa, Kartiki memiliki keberanian luar biasa untuk melawan tradisi yang sebenarnya membelenggu kebebasan para perempuan. Ketika tubuhnya terbelenggu di suatu desa terpencil di wilayah Jepara, tapi pikirannya tetap melayang jauh ke luar bahkan ia tetap bisa menjalin hubungan persahabatan baik dengan para perempuan di Belanda.

“Dengan sikap Kartini yang melawan penindasan pada perempuan di tanah air dengan mengirim surat kepada sahabatnya di Belanda itu, hal ini semoga bisa jadi inspirasi para siswa untuk terus menuangkan aspirasinya lewat tulisan atau surat,” tutup Nor Rosyid. (fm/gt)