Meningkat, Animo Masyarakat akan Pentingnya Akurasi Arah Kiblat

Purbalingga – Memasuki akhir Januari 2019 sudah ada 7 tempat ibadah baik masjid maupun musholla yang telah diukur ulang akurasi arah kiblatnya oleh Tim Pengukur Arah Kiblat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut disampaikan Penyelenggara Syariah, Purwadi usai pengukuran ulang arah kiblat 3 tempat ibadah di desa Talagening Kecamatan Bobotsari – Purbalingga, Kamis (24/01).

“Di Desa Adiarsa Kecamatan Kertanegara 2 musholla dan 1 masjid. Di desa Panican Kecamatan Kemangkon 1 masjid. Di desa Talagening Kecamatan Bobotsari 2 musholla dan 1 masjid. Semua atas permintaan takmir setempat,” urai Purwadi.

“Rata-rata permintaan pengukuran arah kiblat berdasarkan kesadaran masyarakat. Mereka merasa ragu dengan keakuratan arah kiblat masjid atau musholla di daerahnya. Jamaah takut jika sholat mereka tidak diterima dikarenakan arah kiblatnya keliru. Kami bersyukur dengan antusiasme ini dan kami siap melayani umat,” tambahnya.

Berkaitan dengan sahnya salat sebelum diketahui arah kiblatnya anggota tim yang juga pengurus MUI Kabupaten Purbalingga, K.H. Nurkholis Masrur menjelaskan, ibadah salat bagi orang yang belum mengetahui arah kiblatnya tetap bernilai sah.

“Sholatnya ya tetap sah, karena dulu belum mengetahui arah kiblat yang benar. Sekarang karena arah kiblatnya sudah akurat, maka sholatlah dengan arah kiblat yang akurat. Bukan bangunan masjid atau mushollanya yang dibongkar, tapi cukup arah sajadahnya dan orangnya menyesuaikan garis kiblat yang telah akurat,” tegasnya.

Sangat Membantu

Pengurus Takmir Masjid Al Fatah Desa Talagening, Tofik mengungkapkan bahwa kini dirinya dan jamaah Masjid Al Fatah tidak ragu dan khawatir lagi arah kiblatnya keliru.

“Kami sangat terbantu dengan pelayanan dari Tim Penyelenggara Syariah Kankemenag Purbalingga yang telah mengukur arah kiblat masjid kami. Apalagi dengan 4 alat yang cukup canggih. Kami sudah yakin dan mantap dengan akurasi arah kiblatnya,” kata Tofik. (sri_sar/gt)