Meningkatkan Mutu Penelitian, Sejumlah Guru MAN 1 Cilacap Dilatih LPPM UNSOED

Cilacap- Untuk meningkatkan mutu penelitian/budaya ilmiah dan juga pembimbingan peserta didik utamanya kegiatan ektrakurikuler KIR, sepuluh guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Cilacap dari berbagai disiplin ilmu, dilatih tentang ilmu penelitian secara lebih mendalam oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jendral Soedirman (LPPM UNSOED), Selasa (08/01) di Kampus Universitas Jendral Sudirman, Purwokerto.

Kesepuluh guru meliputi mata pelajaran Kimia, Biologi, Matematika, Olahraga, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Agama. Mereka dibimbing secara medalam seputar penelitian dari sistematika penulisan (metodologi), pemilihan tema dan menuangkan dalam bentuk karya ilmiah (laporan hasil penelitian). Dari kegiatan ini diharapkan akan bisa menularkan ilmu yang dipelajarinya, baik kepada rekan sejawat maupun kepada peserta didiknya.

Pemilihan Tema dan Perancangan Penelitian disampaikan oleh Mukhtar Effendi, S.Si, M.Si, dilanjutkan sesi kedua dengan Metodologi Penelitian yang disampaiakan oleh Uyi Sulaeman, Ph.D. dan Prabowo , S.Si,M.Si menutupnya dengan materi Pembuatan Laporan Penelitian.

Berawal dari pengalaman yang telah lalu bahwa, MAN 1 Cilacap dalam bidang KIR ( Karya Ilmiah Remaja) telah mengikuti berbagai ajang lomba. Di Kabupaten Cilacap sendiri, pernah menjadi Juara Harapan II. Di tingkat Nasional pernah menyabet Special Award yang menghantarkan dua siswanya yaitu Husain Masyhudul Haq dan Dhyni Avilya mengikuti lomba KIR tingkat internasional di Nagoya, Jepang dengan meraih predikat Special Award dari pemerintah Taiwan.

Berangkat dari apa yang sudah dicapainya, maka penting bagi madrasah untuk melakukan pembinaan berkesinambungan dan terprogram sehingga bisa melahirkan kembali para peneliti-peneliti muda yang handal.

“Maksud kegiatan adalah memberikan bekal pengetahuan riset bagi calon pembina riset siswa di MAN 1 Cilacap. Tujuannya untuk menyiapkan program madrasah menuju madrasah riset yang berorientasi pada lingkungan. Selain itu, saya ingin ada suasana baru bagi siswa untuk dilatih dan berfikir saintifik sesuai Kurikulum 2013”, kata Suratno dalam sambutannya saat  pembukaan.

Pelatihan dirasakan memberi dampak positif dan kesan baik peserta yang mengikutinya.

“Kesan saya sangat menyenangkan, merefresh apa yang pernah dipelajari sewaktu kuliah. Ada materi diskusi tentang membuat jurnal dan artikel sampai pembuatan buku ilmiah yang bagus. Harapannya apa yang sudah kami peroleh dapat ditularkan kepada siswa MAN 1 Cilacap dan kami siap menjadi “virus”penelitian di madrasah”, komentar Uly Ni’mah usai mengikuti tersebut.(Agus Es)