Muhdi : Ibarat Sabun Basah, Remaja Butuh Pendampingan Lebih

Ungaran – Kementerian Agama Kabupaten Semarang melalui seksi PAIS melaksanakan kegiatan Penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lil ’Alamin dan Multikultural bagi 40 siswa perwakilan Rohani Islam (Rohis) SMA/ SMK se-Kabupaten Semarang di C3 Hotel, Rabu (28/02).

Ada empat materi yang disampaikan dalam kesempatan tersebut yakni Kebijakan Kementerian Agama dalam Penyelenggaraan Penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lil ’Alamin; Layanan Pendidikan Berbasisis Islam Rahmatan Lil Alamin; Konsep Toleransi dalam Kerukunan Hidup Beragama dan Menangkal Radikalisme dan Terorisme demi Menjaga Kedaulatan NKRI.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang Muhdi, memaknai Islam sebagai Rahmatan Lil ’Alamin karena dalam Islam sendiri telah diatur bagaimana seharusnya kita berinteraksi dengan sesama makhluk ciptaan Allah. Diturunkannya Islam tak lain sebagai pembawa rahmat dan kesejahteraan bagi alam semesta baik manusia, jin, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Oleh karenanya, kita tidak diperbolehkan bertindak semena-mena terhadap alam seisinya.

“Bayangkan bila semua yang hidup di dunia ini berpegang teguh dan melaksanakan semua ajaran yang disyariatkan dalam Alqur’an. Tentu akan indah, damai dan sejahtera dunia ini tanpa konflik di sana-sini,” ungkap Muhdi.

Dalam kesempatan yang sama, Muhdi juga menyoroti  beberapa kasus kenakalan remaja yang akhir-akhir ini marak diperbicangkan di media cetak, dan media sosial lainnya mulai dari penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar dan meningkatnya angka putus sekolah di kalangan remaja.

Muhdi mengibaratkan seorang remaja bak sabun yang basah yang jika dipegang terlalu erat ia bisa meloncat terlepas dan jika dipegang kurang erat juga akan jatuh terlepas. Karenanya, perlu kesadaran dan pendampingan ekstra lebih dari orang tua maupun guru di sekolah dalam mendidik dan menanamkan kedisiplinan.

“Pasti semua orang tua menginginkan anaknya menjadi generasi yang sholeh dan berakhlaqul karimah. Tapi hal itu tentu tak kan terwujud tanpa kerjasama yang baik antara orang tua, guru dan si anak sendiri,” lanjutnya.

Kepada para peserta Muhdi berharap, usai kegiatan ini segala ilmu yang diperoleh bisa ditularkan kepada rekan sebaya di sekolah karena Rohis sendiri menjadi organisasi ekstrakurikuler yang bergerak di bidang dakwah keagamaan.

“Kiranya semua pengurus Rohis yang hadir di sini bisa meneruskan ilmu yang diperoleh pada teman-teman yang lain di sekolah, agar kedepan tidak ada lagi tawuran dan penyalahgunaan narkoba oleh para pelajar khususnya di Kabupaten Semarang,” pungkasnya. (shl/gt)