Operator Data Harus Miliki Komitmen dan Kesabaran Dalam Bekerja

Sragen-Operator data di madrasah sangat diperlukan keberadaannya, namun karena keterbatasan pegawai dan semakin banyakya data yang harus dikerjakan secara online, maka sangat diperlukan komitmen dan kesabaran mereka dalam menuntaskan tugasnya. Demikian motovasi yang disampaikan Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Sragen, H. Sutopo dihadapan 202 operator data RA/Madrasah yang mengadakan rapat koordinasi di Aula 2 setempat, Rabu (24/10).

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada para operator data yang sangat membantu kegiatan madrasah, tanpa operator data tentu program program dari Kementerian Agama tidak berjalan secara optimal,” kata Sutopo.

“Komitmen, koordinasi dan kesabaran sangat diperlukan para operator data dalam menjalanka tugasnya, terlebih saat ini banyak program pemerintah yang dikerjakan berbasis online seperti EMIS, Simpatika, SiBos Pintar serta aplikasi lainnya,” tambahnya.

Selanjutnya, Sutopo juga menyampaikan bahwa selain itu ada 3 hal penting yang harus dilakukan dalam pendataan ini pertama, Updating Data, yaitu terus menerus melakukan update data supaya data yang tersaji adalah data paling akhir. Kedua, selalu melakukan kelengkapan data, data harus lengkap bahkan kalau perlu harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, dan ketiga, setiap keputusan harus berbasis pada data, data sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan.

Lebih lanjut, ketua operator data RA/Madrasah Catur Budi Santoso pada kesempatan yang sama mengutarakan bahwa pada dasarnya operator data itu memang sungguh melelahkan namun karena bekerja dilingkungan Kemenag maka spirit ikhlas beramal harus dijunjung tinggi, karena akan menjadi amal jariyah bagi mereka.

“Kita tidak usah terlalu galau dan sedih dengan tugas yang sangat banyak dan keadaan kita yang kebanyakan masih non PNS, teman teman harus selalu bersyukur dan menjunjung tinggi spirit ikhlas beramal, walaupun tentu kesejahteraan harus juga kita perjuangkan,” katanya.

Catur yang juga guru salah satu madrasah swasta di Sragen ini menyampaikan bahwa untuk koordinasi para operator, dirinya mengharap agar semua operator aktif dalam grup medsos yang dibentuknya dan juga hadir dalam pertemuan rutin di Kankemenag Sragen yang digelar tiap 2 bulan sekali. (wiy/ira/rf)