Pembinaan Pegawai, Dari Pentingnya Sholat Hingga Tahan Diri Tak Sebar Berita Provokasi

Jepara – Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Pembinaan Rutin Pegawai Setiap hari Kamis Setiap akhir Bulan di Aula 2 Kemenag Jepara, Kamis (27/09).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala MIN, MTsN, dan MAN, serta Kepala KUA se-kabupaten Jepara, pengawas pendidikan, serta seluruh jajaran ASN yang berapa dibawah lingkup Kementerian Agama Kabupaten Jepara.

Pertama-tama acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh perwakilan dari salah satu satker yang ditugaskan untuk menjadi pengisi acara. Kali ini yang menjadi petugas yakni dari MIN 2 Jepara.

MIN 2 Jepara menugaskan salah satu pegawainya untuk memberi mauidhoh hasanah. Pegawai tersebut adalah Moh. Khomsin, S.Ag.

Khomsin menyampaikan tentang pentingnya sholat lima waktu. Namun tidak hanya itu, Khomsin Juga mengingatkan akan pentingnya introspeksi diri bagi ASN yang bertugas di Kemenag Jepara.

Selanjutnya, Khomsin Juga mengingatkan ASN untuk membuat rencana yang matang dalam hidup. Karena rencana yang matang akan sangat mempengaruhi kehidupan kita dimasa yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Nor Rosyid, dalam sambutan pembinaannya, menyampaikan bahwa di musim pemilu ini, ASN Kemenag Jepara agar berhati-hati di dalam memilih berita. Baik yang hanya dibaca, atau juga dibagikan kepada orang lain.

“Jangan sampai kita menelan mentah-mentah berita yang beredar di media sosial. Apalagi berita tersebut nyata-nyata menyudutkan seseorang. Kita harus tabayyun atau kroscek dulu berita yang akan kita bagikan kepada orang lain, apakah fakta ataupakh fiktif. Jangan sampai berita yang kita bagikan justru menjadi fitnah yang menyesatkan banyak pihak” tutur Nor Rosyid.

Menanggapi banyaknya ASN yang mendapat ujian berupa sakit. Nor Rosyid juga menyerukan agar para ASN untuk menjaga kesehatannya.

“Melihat banyak pegawai yang sedang diuji oleh Allah dengan sakit, kami harap supaya banyak bersabar. Karena ujian merupakan bentuk cinta Allah kepada kita. Dan sakit adalah bentuk ujian yang bisa meringankan atau bahkan membersihkan dosa kita” ujar Nor Rosyid.

Ujian terbesar yang pernah diberikan Allah kepada Makhluqnya adalah saat Allah menguji Nabinya.

“Tidak ada orang yang menerima ujian seberat Nabinya. Bahkan setelah tidak ada Nabi, ujian tersebut masiha akan diberikan Allah kepada Wali dan Ulama’ yang notabene menjadi penerus para Nabi” tutur Nor Rosyid.

Nor Rosyid juga menyebut jika kita tidak diuji, maka kita tidak akan tahu seberapa besar cinta dan iman kita kepada Allah SWT.

“Kadar berat pahala yang diberikan oleh Allah SWT tergantung pada ujiannya. Semakin berat ujiannya, semakin besar pula pahalannya” tutup Nor Rosyid. (fm/bd)