Penelitian Tindakan Sekolah sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

Temanggung – Penelitian Tindakan Sekolah atau PTS adalah penelitian sederhana yang dilakukan oleh kepala sekolah / madrasah terhadap sekolah / madrasahnya itu sendiri.

Tujuan utama Penelitian Tindakan Sekolah adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam sekolah-sekolah yang berada dalam binaan pengawas sekolah. Kegiatan penelitian ini tidak saja bertujuan untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan,  untuk menginventarisir kekuatan dan kelemahan dari lembaga yang dipimpinnya. Contohnya untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan seorang guru dalam melakukan pembelajaran.

“Setiap kepala dituntut menyadari pentingnya Penelitian Tindakan Sekolah sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Sehingga kegiatan penelitian menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sebagai kepala. Penelitian Tindakan Sekolah adalah melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki situasi atau melakukan inovasi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran sehingga mampu menghasilkan siswa yang berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap dalam menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan,” ucap Sri Yatun, pengawas madrasah, dihadapan 12 orang Kepala MI di Kecamatan Ngadirejo dan Jumo, dalam kegiatan pembimbingan PTS atau Penelitian Tindakan Sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan hari Selasa (23/10) di MI Ganduwetan Kec. Ngadirejo.

Selanjutnya disampaikan bahwa Penelitian Tindakan Sekolah merupakan salah satu kegiatan publikasi ilmiah yg harus dilakukan oleh Kepala Madrasah untuk meningkatkan kompetensi profesional dan peningkatan mutu madrasah di bidang manejerial.

Bagi Kepala Madrasah kegiatan ini sangat bermanfaat. Rochman salah seorang peserta menyambut positif kegiatan tersebut. Harapannya,  Kepala MI dapat melakukan kegiatan penelitian yang selama ini masih belum secara rutin dilakukan kepala.

“Diharapkan ada jurnal pendidikan yang diterbitkan oleh KKM atau Pokjawas untuk menampung hasil tulisan para guru dan kepala, yang dapat menjadi motivasi untuk membiasakan tradisi manulis di kalangan guru,” ungkapnya mengakhiri pembicaraan.(sr-nm/sua)