Karanganyar (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Sebanyak 103 orang Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sragen mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Acara yang bertajuk “Implementasi Kemenag Berdampak Berbasis Cinta” ini diselenggarakan di Resto Kemuning 1, Ngargoyoso, Karanganyar, pada Rabu, (26/11/ 2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran dan fungsi Penyuluh Agama sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam melayani masyarakat. Melalui tema “Berbasis Cinta,” para peserta diajak untuk mengimplementasikan program-program Kementerian Agama (Kemenag) dengan pendekatan yang lebih humanis, inklusif, dan menyentuh hati masyarakat.
Dalam pembinaan yang disampaikan, Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Jawa Tengah Imam Buchori memberikan penguatan mengenai kebijakan teknis bimbingan masyarakat Islam serta menekankan peran krusial penyuluh dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan literasi keagamaan di masyarakat.

“Peran Anda krusial dan tak tergantikan, terutama dalam dua aspek utama, yakni Menjaga Kerukunan Umat Beragama dimana harus memastikan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekayaan yang memperkuat tenunan kebangsaan. Aspek kedua adalah Meningkatkan Literasi Keagamaan agar masyarakat memiliki kecerdasan dalam beragama dan mampu membedakan antara ajaran yang benar dan manipulasi yang merusak,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi, hadir sebagai pemateri menyoroti pentingnya profesionalitas dan peningkatan kapasitas penyuluh dalam mewujudkan program Kemenag Berdampak, yang harus dilaksanakan dengan pendekatan humanis, moderat, dan berbasis kelembutan hati.
“Penyuluh Agama harus menjadi agen perubahan yang menebarkan kedamaian, kerukunan, dan nilai-nilai agama yang moderat. Pelayanan yang kita berikan harus mampu dirasakan dampaknya, dimulai dari hati, itulah Kemenag Berdampak Berbasis Cinta,” ucap Ihsan Muhadi.(Sua)






