Penyuluh Harus Unggul Dalam Komunikasi

Mungkid – Para Penyuluh Agama diharapkan dapat memiliki kompetensi melakukan komunikasi yang efektif karena melalui komunikasi yang efektif semua permasalahan-permasalahan yang sulit dan berat dapat diselesaikan. Sebagai Penyuluh yang profesional, Penyuluh hendaknya dapat melakukan komunikasi yang baik dapat meningkatkan wawasan kebangsaan dan melakukan revolusi mental terhadap diri sendiri dalam rangka menjalankan tugas dinas.

“Menurut hemat saya, kuncinya bagaimana Penyuluh dapat melakukan komunikasi yang efektif, sehingga hal-hal sulit dan berat dapat diselesaikan,” kata Sholihin, Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Semarang saat memberikan sambutan pada Pembukaan Diklat Di Luar Kampus (DDLK) Penyuluh Agama Non PNS dan Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) Penyusunan Bahan Ajar bagi Guru MA di Gedung GSG, Komplek Kantor Kemenag Kab. Magelang, Senin, (26/03).

Kepada para Guru peserta Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) Penyusunan Bahan Ajar bagi Guru MA, Sholihin mengharapkan para Guru dapat menyusun bahan ajar yang tepat dan memaparkannya dengan Rencana Pembelajaran yang lengkap. Menurut Sholihin, kelemahan guru saat ini adalah mengajarnya bagus tapi Rencana Pembelajaran tidak tersusun dengan baik.

Sholihin berharap kegiatan kediklatan dapat diikuti dengan baik oleh para Penyuluh Non PNS dan Guru karena DDLK dan DDWK sesungguhnya sangat menguntunngkan bagi peserta karena bisa mengalokasikan peserta sampai dengan 40 peserta.

“DDLK dan DDWK sesungguhnya sangat menguntungkan peserta karena bisa mengalokasikan sampai dengan 40 peserta jika dibandingkan dengan Diklat Reguler yang tiap Kankemenag hanya mendapatkan jatah 1 atau 2 orang peserta,” katanya.

Dalam kegiatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, mengajak para peserta dapat mengikuti kegiatan kediklatan dengan baik dengan modal niat dan kesempatan.

“Ketika mengikuti Diklat, maka faktor niat sangat penting. Tanpa kesiapan niat mengikuti diklat untuk mencari ilmu, maka kegiatan akan sia-sia. Niatkan untuk mencari ilmu yang bermanfaat. Dalam agama konteks mencari ilmu ini akan mendapatkan derajat yang luar biasa,” kata Wafa.

Kepada peserta diklat Wafa mengharapkan dapat menanggalkan statusnya baik sebagai Penyuluh maupun Guru, membaur bersinergi bekerjasama mencapai tujuan dalam diklat sehingga bisa mendapatkan materi dan dipersiapkan menjadi teamwork yang kuat oleh Widyaiswara.

Wafa menyampaikan pendidikan itu melaju terus tidak akan berhenti dan berjalan dengan dinamis sehingga peserta diklat agar menyerap ilmu yang disampaikan para pengampu Diklat dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang agar nantinya mampu menghadapi perkembangan zaman dengan dinamis.

Selain itu Wafa berpesan agar peserta diklat bersyukur atas kesempatan yang ada ini dengan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baikya agar memperoleh bekal pengembangan diri yang optimal dalam melaksanakan tugas-tugasnya nanti dan tidak banyak mengeluh jika menemukan

Wafa juga berpesan kepada Panitia Diklat dari Balai Diklat Semarang agar memanfaatkan fasilitas Kantor yang ada guna kelancaran penyelenggaraan diklat. “Secara prinsip kami Wellcome terhadap penyelenggaraan diklat ini, manfaatkan fasilitas dan media yang ada, sampaikan saja jika ada kekurangan dalam kelancaran diklat,” katanya. (at/am/bd)