Pertajam Pemahaman Al Quran Melalui Simakan

Cilacap – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Cilacap ke-161, Senin (20/3) sebanyak 70 hafidz dan hafidzoh menggelar Simakan dan Khotmil Quran. Acara yang digelar Pemkab Cilacap berkolaborasi dengan Kemenag Cilacap dibuka Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji di Masjid Agung Daarussalam Cilacap.

Selain para penghafal, hadir pula tamu undangan dari SKPD dan lembaga instansi lainnya sebagai sami’in atau penyimak. Usai pembukaan, Bupati beserta tamu undangan berziarah ke Tamam Makam Pahlawan (TMP) Surengrono dan Tempat Pemakanan Umum (TPU) Karangsuci. Kegiatan simakan dilanjutkan dan disimak oleh pada penyimak dari lingkungan madrasah, sekolah dan pondok pesantren terdekat yang berjumlah sekitar 200 orang.  

Dalam sambutannya, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengajak masyarakat untuk mempertajam pemahaman al Quran melalui simakan. Melalui kegiatan simakan sekaligus khotmil Quran, diharapkan tingkat pemahaman terhadap Al Quran semakin baik.

“Al Quran sebagai pedoman hidup manusia dari dunia hingga akhirat sudah semestinya dipelajari dan dipahami. Dan salah satu cara terbaik untuk memahami adalah melalui membacanya. Karenanya, saya berharap kegiatan rutin tahunan Simakan dan Khotmil Quran ini bisa mengantarkan masyarakat menuju selamat duni akhirat. Dengan pemahaman yang baik, secara otomatis setiap pribadi akan selalu bertindak arif, penuh kasih, saling hormat dan menghargai satu sama lain. Inilah yang menjadi cita-cita kita bersama, yakni menuju masyarakat yang madani,”ungkapnya.

Sementara itu, Kakankemenag Kab. Cilacap, Mughni Labib selaku ketua panitia mengatakan, bahwa kegiatan tersebut tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat membaca Al-Quran. Di samping itu juga untuk meningkatkan tingkat religiusitas di masyarakat,  ukhuwah Islamiyah, silaturahmi, juga untuk memperluas kegiatan dakwah islam.

Dikatakan lebih lanjut bahwa kegiatan yang sama juga digelar di empat tempat lain di sekitar Kota Cilacap. Penyebaran tempat menurutnya dimaksudkan untuk lebih memberikan gaung di tengah-tengah masyarat. Keempat tempat lainnya yakni di Ponpes Roudlotul Qur’an Gunungsimping, Masjid Al-Bahriyah 1 Kebonbaru, Masjid Nurul Bahri Tegal Kamulyan dan Pondok Pesantren Al-Fattah Jananihim Donan.(on/bd)