Pertebal Keimanan Warga Melalui Wisata Religi

BLORA – Untuk meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan warga Blora dan sekitarnya, maka Pemkab Blora akan melakukan penataan Kawasan makam Sunan Pojok di sebelah selatan alun-alun Blora untuk dijadikan tempat wisata religi.

Menurut rencana di kawasan makam Sunan Pojok akan dibuat gapura utama menghadap timur dengan model bangunan Mataram Kuno, joglo besar dan pagar keliling dengan menggunakan batu bata klasik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kankemenag Blora, Nuril Anwar kemaren (5/6) sangat apresiasi dan menyambut positif rencana tersebut karena sesuai dengan visi Kemenag Blora untuk selalu bersinergi dengan Pemkab untuk lebih menyemarakkan syiar dakwah dan meningkatkan keimanan warga Blora.

Nuril menyampaikan bahwa wisata religi sangat positif untuk meningkatkan minat warga untuk mencintai tempat bersejarah yang berhubungan dengan agama untuk lebih ingat pada perjuangan dakwah tokoh alim ulama dan melalui wisata religi bisa menggeliatkan dakwah keagamaan di daerah Blora.

Selain itu, menurutnya melalui pembangunan makam sunan pojok sekaligus  masjid Baitunnur diharapkan bisa meningkatkan  antusias warga masyarakat Blora terhadap perkembangan dakwah agama Islam dan sangat positif dampak sosial budayanya bagi warga masyarakat sekitar.

sementara itu, Pemkab Blora melalui Kabid Dinas Pemuda Olahraga kebudayaan dan pariwisata (Dinporabudpar), Kunto Aji juga menyebutkan sejak lama Bupati Djoko Nugroho menghendaki kawasan makam Sunan Pojok ditata lebih bagus yang digunakan sebagai wisata religi.

Menurut Kunto Aji, dengan penataan kawasan makam Sunan Pojok ini diharapkan nantinya bisa menambah suasana religius bagi masyarakat Blora.

Begitu juga saat ada perayaan Haul Sunan Pojok semoga dapat dilaksanakan dengan lebih menarik sebagai salah satu daya tarik wisata religi yang ada di jantung Kota Blora,ujar Kunto Aji.

Sebagaimana diketahui, saat haul Sunan Pojok digelar di akhir bulan Muharram, ribuan peziarah datang berziarah. Tak hanya dari Blora, para peziarah itu berasal dari sejumlah kota di Jateng dan Jatim bahkan luar Jawa.

Bersamaan digelarnya haul, dilaksanakan pula Festival Sunan Pojok yang antarala lain dimeriahkan dengan pementasan seni hadroh dan ngelik atau syiíiran. Kirab gunungan disertai pawai obor santri dan manganan tumpengan massal sebagai wujud rasa syukur serta pementasan musik religi.

Sunan Pojok adalah tokoh penyebar Agama Islam pertama di Blora. Sunan Pojok memiliki lebih dari satu nama yaitu Pangeran Pojok, Pangeran Surabahu, Pangeran Sedah, Syaikh Amirullah Abdurrochim.

Sunan Pojok berasal dari Mataram dan merupakan panglima perang yang ditugaskan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo melawan Belanda di Tuban. Mengingat jasa yang besar itu, masyarakat Blora setiap tahun menggelar Haul Sunan Pojok pada 27 Muharrom.  (ima/bd)