Program Bina Al Quran di TBM Sakila Kerti Terminal Membawa Berkah

Tegal– Sebagai seorang muslim kita tentu meyakini benar bahwa Al Qur’an adalah Huda linnas (petunjuk bagi manusia) dan Huda lil Muttaqien (petunjuk bagi orang yang bertaqwa), seperti yang disampaikan oleh salah satu  Penyuluh Agama Islam Kota Tegal, Darsiti dengan mengutip surat al baqoroh ayat 2 dan 185, Rabu (12/04) di Taman Baca Masyarakat (TBM) Sakila Kerti Terminal Bus Kota Tegal.

 Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan khususnya bagi orang-orang yang bertakwa, sungguh Al Qur’an juga telah banyak membawa keberkahan, khususnya bagi pedagang asongan yang merupakan peserta binaan aktif di TBM Sakila Kerti Terminal Bus Kota Tegal,”ujar Darsiti.

Keberkahan bisa dilihat secara dhohir maupun secara bathin, contohnya keberkahan secara dhohir datang dari para dermawan, mereka menyisihkan rezekinya dengan memberikan beberapa sarana maupun prasarana demi kemajuan proses belajar dan mengajar Al Qur’an, seperti bangku tempat belajar, juz amma beserta setiap jilidnya dan juga beberapa kerudung. 

Dari sisi Keberkahan secara bathin, bisa dilihat dari nalar pedagang asongan, bagi yang sering membaca Al Qur’an akan membantu daya ingat dan dapat meningkatkan kecerdasan, juga bagi penghafal Al Qur’an akan memiliki pikiran yang jernih, ketenangan dan stabilitas psikologis, sehingga dalam menjajakan daganganya dia punya prinsip akan mencari rezeki yang halal, “kata Darsiti.

Sementara itu, salah satu peserta binaan, Wari’ah mengatakan  “sejak belajar membaca Al Qur’an dagangan saya omsetnya bertambah, “katanya.

Keberkahan tersebut ternyata sangat dirasakan, khususnya bagi ibu-ibu pedagang asongan yang notabene sudah banyak yang  lanjut usia yang sudah tidak berharap untuk mengeluarkan uang dalam rangka belajar Al Qur’an.

Dengan adanya sumbangan dari para dermawan ternyata dapat mendorong peserta binaan menjadi tambah semangat dan lebih giat belajar Al Qur’an, dan hampir semua program mereka antusias untuk mengikutinya.

Ada tiga program yang ditawarkan kepada binaanya, yang pertama adalah program bagi yang belum bisa membaca Al Qur’an, yang kedua program yang sudah bisa membaca Al Qur’an tetapi belum benar dari ilmu tajwid dan ghoribnya dan yang ketiga adalah program tadarus.

Hampir tiga bulan program bina Al Qur’an di TBM Sakila Kerti berlangsung, dan setiap saat kami rasakan keberkahanya,”pungkas Darsiti.(im/rf).