Salah Satu MA di Pati, Jadikan Pengabdian Masyarakat Sebagai Syarat Kelulusan

Pati – Apabila sekolah pada umumnya melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebagai syarat kelulusan, tetapi tidak hanya itu bagi sekolah MA Darul Falah Sirahan, Kecamatan Cluwak Pati. Para siswa diwajibkan untuk mengabdi kepada masyarakat terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket kelulusan.

Tak ayal apabila dalam setiap tahunnya, mereka harus terjun ke masyarakat, membaur dan memimpin kegiatan keagamaan secara nyata. Seperti halnya menjadi bilal, khotbah sholat jumat dan kegiatan keagamaan yang lain. Bahkan, kegiatan semacam ini termasuk salah satu penilaian dalam meloloskan siswa.

Kepala MA Darul Falah Sirahan Muhlisin melalui Waka Kurikulum Jamaludin Umar mengungkapkan, Praktik Kerja Nyata (PKL) siswa itu merupakan salah satu uji kompetensi dalam kelulusan. Sehingga, usai mereka menjalankan praktik ditengah masyarakat itu, mental mereka bisa terbentuk dan mereka akan mengetahui secara langsung dinamika sosial.

“Untuk hal-hal yang dilakukan selama membaur bersama masyarakat memang difokuskan pada bidang keagamaan dan sosial. Dimana, kedua bidang itu juga ada dalam kurikulum. Sehingga, mereka tidak hanya mempelajari teori yang ada, tetapi langsung mempraktikkannya,” terang Umar, Rabu (5/12/2018).

Lebih lanjut, dengan kegiatan praktik tersebut akan menjadikan anak didik menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Mereka juga tentunya berani tampil di depan masyarakat sebagai seorang lulusan madrasah yang telah ditempa dengan ilmu agama.

“Ini sangat penting, karena siswa sekarang tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan dalam kehidupan di masyarakat,” tegasnya.

Selain praktik di masyarakat, kelas XII MA tersebut juga diterjunkan untuk pratik mengajar di sekolah-sekolah yang telah menjalin kerjasama. Total ada 12 madrasah ibtidaiyah yang akan menjadi lokasi pratik mengajar madrasah yang terletak di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati ini.

Madrasah-madrasah itu tersebar di daerah Jepara dan Pati. Sama halnya dengan praktik keagamaan di masyarakat desa. Tahun ini ada 155 siswa – siswi yang diterjunkan hingga 30 November kemarin.

“Semoga ini menjadi tradisi yang baik dan mampu mencetak generasi muda yang siap mental, siap mengabdi kepada agama, masyarakat, bangsa dan negara,” tandasnya. (Cs/Am/bd)