Siapkan Penguasaan Tilawah Dan Tahfidh Kemenag Gelar Pembinaan MTQ

* Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang H.M. Aqsho didampingi Kasi Bimas Islam H. Sodikin sedang membuka pembinaan MTQ di Hotel Santika Pekalongan

Batang – Untuk meningkatkan kemampuan dalam berolah vokal, tajwid, maupun hafalan Al-Qur’an, Kemenag menggelar pembinaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Hotel Santika Pekalongan pada Kamis (18/11) yang lalu. Hadir dalam acara itu Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang, Kasi Bimas Islam dan 60 peserta perwakilan dari seluruh kecamatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang  H.M. Aqsho, dalam sambutan pembukaaanya mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan itu, menurutnya beberapa tahun belakangan ini MTQ sempat vakum sehingga untuk pembinaannya terkesan kurang diperhatikan.

“ Karena pandemic MTQ selama 2 tahun ini memang vakum karena itu terkesan pembinaannya pun tidak dilaksanakan, namun kali ini kita sudah diperbolehkan menggelar kegiatan ini, mudah mudahan peserta pembinaan ini mendapatkan safaat dari Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir nanti,” kata H.M Aqsho.

Dia menegaskan, Nabi kita sangat sayang kepada kita, cinta dan rindu kepada kita, ketika Rosulullah berkumpul dengan sahabat beliau menangis menyampaikan rindu kepada kekasihnya, lalu sahabat bertanya “bukankah kami di samping Mu Ya Rosulullah?” Rosulullah menjawab ” engkau adalah sahabat Ku tetapi kekasih-kekasihku adalah orang orang yang beriman dan taat kepada Ku meskipun mereka tidak pernah berjumpa denganKu”.

“ Hadis itu membuktikan bahwa Rasulullah sangat merindukan kita apalagi para peserta pembinaan  disini yang telah menggeluti Al-Qur’an berarti yang hadir disini mendapatkan karunia dari Allah karena cinta Al-Qur’an,” tegasnya

Kepala kantor juga menuturkan bahwa bangsa Indonesia bukan Negara bersyariatkan Islam bukan negara agama, tapi berkaitan dengan praktik keagamaan, fasilitas keagamaan diberikan pelayanan yang luas, hal ini termasuk pengejawatahan oleh Kementerian Agama.

“ Salah satu kewajiban Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan yang saat ini dilakukan  oleh seksi Bimas Islam ini,” tuturnya.

* Peserta pembinaan MTQ tampak antusias mengikuti keterangan dari para pemateri

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kita juga disetiap acara selalu menyanyikan lagu Indonesia Raya ini suatu bentuk komitmen kita, apalagi umat beragama di Indonesia sangat beragam , agamanya, suku,budaya dan bahasa sangat beragam, namun kita memiliki Bhineka Tunggal Ika sehingga toleransi antar umat beragama harus selalu kita kedepankan, sedangkan komitmen kebangsaan itu harus kita dengungkan menjadi komitmen bersama.


Sementara itu Kasi Bimas Islam H. Sodikin dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini  merupakan revisi dari DIPA kementerian Agama Kab.Batang dari mata anggaran penyelenggaraan lomba MTQ tingkat Kab.Batang namun karena masa pendemi sehingga kegiatan itu tidak jadi dilaksanakan dan digantikan kegiatan ini.

“ Tujuan kegiatan ini adalah selain untuk memberikan bekal kepada peserta pada lomba ditahun yang akan datang, meningkatkan kemampuan dalam berolah vokal, tajwid, maupun hafalan juga melatih mental untuk persiapan perlombaan,” kata H. Sodikin.

Dia mengingatkan bahwa MTQ sudah ada sejak tahun 1940 berawal dari berdirinya Jam’iyyah Al-Qurra’ wa al-Huffadz sebuah lembaga yang didirikan oleh Nahdhatul Ulama dan tahun 1968 pertama kali MTQ dilambakan di Makasar Sulawesi Selatan.

“ Mudah-mudahan dengan pembinaan MTQ para peserta dapat termotivasi dan lebih giat berlatih dengan didampingi pelatih yang berkompenten dibidangnya selain itu agar para calon peserta MTQ kedepan dapat memiliki mental yang sangat menentukan dalam perlombaan,” jelasnya.

Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik, pembinaan ini menghadirkan dua narasumber yang sangat  berkompeten dibidangnya masing-masing yaitu M Akhsin dan Nur Zulfa. (teguh-Bimas / Zy)