Siswa SMA Diajak Mempunyai Wawasan Islam Rahmatan Lil Alamin

BLORA – Islam adalah agama yang cinta damai, berwawasan luas, penuh toleransi dengan menjaga kerukunan antara umat beragama serta tidak memiliki  fanatik yang sempit karena ajaran Islam adalah Rahmatan Lil alamin yang bermanfaat bagi semua umat manusia.

Demikian diungkapkan Kasi PAIS kemenag Blora, H Muhaimin, SH dalam acara pembukaan penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lil Alamin dan mutikultural bagi  sekitar 40 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Blora di RM Djoglo ( 28/2).

Muhaimin menandaskan tujuan acara tersebut adalah memberikan pembinaan dan penguatan kepada para pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk selalu menjaga kedamaian dalam beragama, karena Islam mengajarkan saling menghormati antar umat beragama supaya tidak memiliki ajaran islam yang fanatik dan menyimpang, yang merasa ajarannya paling benar sendiri sehingga membuat suasana berbangsa tetap aman dan kondusif dan menjunjung tinggi sikap toleransi.

Hal tersebut atas dasar latar belakang saat-saat ini, khususnya di Indonesia semakin banyaknya bermuncul paham-paham keagamaan yang dapat memicu konflik SARA, maka menurutnya penanaman nilai-nilai agama melalui para siswa-siswi akan menjadi lebih efektif.

“Jangan sampai para generasi penerus bangsa ini mau disusupi paham/aliran yang menyesatkan apalagi  juga narkoba, karena menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bukan berarti disikapi dengan fanatik buta tetapi selau bermanfaat bagi semua umat manusia dengan semangat toleransi, kerukunan serta kedamaian,” paparnya serius.

 Hal senada diungkapkan narasumber, pengurus MGMP PAI SMA, Drs.Masngud yang menyampaikan agar pelajar menghindari beragama yang terlalu ekstrem sehingga memandang orang yang tidak sepaham menjadi musuh namun selalu menunjukkan bahwa agama islam sangat cinta damai, menebarkan kebaikan dan ketentraman sebagai inti ibadah umat manusia.

“Kualitas amal dan ibadah harus terus ditingkatkan agar keislaman kita semakin baik dan bermanfaat bagi banyak orang dan jangan merasa paling benar sendiri atau paham ekstrimis atau fanatisme sempit karena itu mengganggu hidup berbangsa”paparnya.

Masngud juga menandaskan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari enam jenis umat beragama sehingga hendaknya pelajar memahami bahwa sikap Islam adalah Rahmatan Lil alamin, bermanfaat untuk semua umat manusia serta berguna untuk mensejahterakan umat bersama.

“Islam itu moderat dan menjunjung sikap damai, berkasih sayang bukan identik dengan kekerasan apalagi radikal sehingga mari kita menjaga suasana kondusif sejak dari ingkungan sekolah,”ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Narasumber lainnya, Abdul Halim bahwa Program dari Kementerian Agama menurutnya adalah agar semua warga negara yang beragama apapun di Indonesia hidup dengan rukun saling menghargai dan toleransi yang dimulai dari dunia pendidikan khususnya bagi siswa, serta perlu menghindari sikap memecahkan masalah dengan kekerasan atau berpaham radikal, karena Indonesia yang majemuk harus dipandang memiliki karakter yang berbeda beda dan menjunjung tinggi budaya multikultur.

“Walaupun kita hidup di antara perbedaan suku, ras dan agama, tapi kita harus menjunjung tinggi toleransi keagamaan dan wawasan nasional, karena Islam itu bukan untuk sekelompok orang tapi itu untuk seluruh umat manusia dalam kehidupan sehari-hari, dan Islam menghormati agama lain,”imbuhnya. (ima/rf)