Sosialisasi Sekolah Ramah Anak Kepada MTs dan MI Se Kab Wonosobo

Wonosobo – Pendidikan merupakan Komponen penting dalam pembentukan bakat, Keterampilan, 0Pola Fikir dan pengembangan potensi diri Sekaligus sebagai alat pembudayaan dan peningkatan kualitas. Oleh karena itu,pendidikan dirasa sangat di butuhkan untuk menyiapkan manusia demi menunjang perannya dimasa mendatang. Upaya pendidikan sendiri harus di tunjang dengan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga peserta didik terhadap anak-anak khususnya secara aktif dapat mengembangkan potensi diri yang dapat mewujudkan kekuatan spiritual keagamaan yang tinggi, kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan yang berguna baik bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam menunjang Pendidikan yang efektif tersebut, Kasi Dikmad (Pendidikan Madrasah) Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Gelar Workshop Sosialisasi Sekolah Ramah Lingkungan (SRA) di Aula Kemenag Kab. Wonosobo, Kamis (01/3). Dan di ikuti oleh seluruh Kepala Madrasah MI dan MTs Se Kab. Wonosobo.

Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan satuan pendidikan yang  menjamin, memenuhi, menghargai hak anak, dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang salah lainnya, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, dan mekanisme pengaduan. Yang selanjutnya Terkait Kebijakan SRA Tertuang pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia no 8 tahun 2014.

Kasi Dikmad Panut, mengutarakan Tujuannya Dari SRA yakni, untuk memenuhi, menjamin dan melindungi hak anak melalui lingkungan SRA, untuk memastikan bahwa satuan pendidikan dalam mengembangkan minat bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian.

“anak merupakan generasi penerus masa depan bangsa, sebagai penentu kualitas Sumber Daya Manusia Masyarakat Indonesia yang akan menjadi pilar utama dalam pelaksanaan pembangunan nasional, sehingga perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat”.

Sosialisasi yang turut menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Wonosobo, serta Bappeda Kab. Wonosobo dalam menyiapkan materi yang disosialisasikan sekaligus sebagai pemateri dalam workshop tersebut. Menyebutkan data catatan asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya yakni sebanyak 1.417 Madrasah sudah mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak di seluruh Indonesia.

“Pada saat Tim Litbang KerLiP menyusun Direktori Implementasi SMAB 2013 di BNPB Terkumpul data 25.600 Madrasah yang menjadi mitra K/L/D/I dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Praktik baik terbanyak terkait SMAB dari anggota Konsorsium Pendidikan Bencana, lalu data sekolah yang menerapkan pendidikan Inklusi dari Direktorat PKLK Dikdasmen Kemdikbud, Sekolah/Madrasah yang berhasil mendapatkan predikat adiwiyata berjenjang di Kementerian Lingkungan Hidup, Madrasah yang memiliki predikat sekolah bersih dan sehat, serta berbagai inisatif lainnya.” Jelas Dra Siti Nuryanah MSI, Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP&PA)

Sementara itu, dengan adanya Sosialisasi SRA, untuk sekolah Guru dan tenaga kependidikan di SRA diharapkan dapat memegang teguh Prinsip yang sesuai dengan ketentuan SRA yakni Nondiskriminasi, antikekerasan,dan perlakuan salah lainnya, Kepentingan terbaik anak selalu jadi pertimbangan utama, Hak anak untuk hidup, Menjaga kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya secara fisik, psikis, dan sosial atau menurut asas pemikiran pendidikan Ki Hadjar. (PS-WS/rf)