Sosialisasi UAMBN Sebagai Langkah Menuju Madrasah Lebih Baik

Grobogan – Menjelang beberapa bulan pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) serta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2018/2019, Seksi Pendis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan melaksanakan sosialisasi UN dan UAMBN selama 2 hari, Kamis-Jum’at (31/01), di Aula Kemenag Kab.Grobogan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud dari pelaksanaan program kerja dan anggaran yang dimiliki oleh Kantor Kementerian Agama Kab.Grobogan, khususnya Seksi Pendidikan Islam.

Kasi Penmad, Mat Said sebagai ketua panitia menjelaskan, dilakukannya sosialisasi tersebut untuk menindaklanjuti surat Kanwil Kemenag Jateng perihal persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019. Selain itu memperhatikan surat keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang POS Penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional. Dihadiri oleh 95 Kepala MTs serta 39 Kepala MA se-Kab.Grobogan.

POS Penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional ini untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan standar kompetensi kelulusan. “UAMBN adalah sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan pemetaan mutu madrasah, juga sebagai umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran pada madrasah. Sekaligus sebagai alat pengendali mutu pendidikan dan pendorong peningkatan mutu pendidikan pada MTs dan MA,” jelas Mat Said.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kab.Grobogan, Hidayat Maskur, menyampaikan bahwa pentingnya sosialisasi UAMBN tahun pelajaran 2018/2019, agar pihak madrasah baik itu Kepala Madrasah, Guru maupun murid dapat mempersiapkan diri sedini mungkin baik itu dari materi dan perangkat ujian, dan juga soal ujian maupun dari pribadi manusia itu sendiri.

“Dalam ujian itu bagaimana madrasah dapat memaksimalkan target kurikulum yang telah ditentukan. Madrasah dalam hal ini siswa, diharapkan punya kompetensi yang tinggi, sehingga seluruh peserta UAMBN nantinya dapat mengikuti ujian dan mendapatkan hasil yang baik,” ungkap Hidayat Maskur.

Menurutnya, Kegiatan sosialisasi UN dan UAMBN tahun pelajaran 2018/2019 ini sebagai bahan evaluasi yang sangat tepat dan akurat bagi kemajuan madrasah menuju madrasah lebih baik lagi. Jangan sampai siswa tidak siap dalam mengikuti ujian apalagi sebagian besar pelaksanaan ujian sudah berstandar komputer. Kepala Kemenag juga menambahkan “Dengan mutu madrasah yang baik, maka dengan sendirinya masyarakat akan menilai apakah madrasah tersebut akan menjadi pilihan pendidikan anaknya atau tidak,” tutupnya.(bd/gt)