Studi Banding, Baznas Malang Kunjungi Karanganyar

Karanganyar – Penghargaan sebagai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan koordinasi terbaik se Jawa Tengah yang diberikan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah nampaknya memang pantas disematkan oleh Baznas Kabupaten Karanganyar. Setidaknya hal ini dapat dilihat dengan banyaknya Baznas dari daerah lain yang memutuskan untuk studi banding ke Baznas Kabupaten Karanganyar.

Pada Kamis lalu, (08/03), Baznas Kabupaten Malang mengunjungi Kabupaten Karanganyar dan disambut langsung oleh Sekda Karanganyar, Samsi di ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Dalam kesempatan tersebut, hadir Pimpinan Baznas Karanganyar, Sugiyarso, Abdul Muid, Iskandar dan KH. Kafindzi. Sementara itu, rombongan dari Malang dipimpin oleh Asisten Pembangunan dan Kesra Kabupaten Malang, Abdurrahman Firdaus bersama 14 pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Samsi mengucapkan selamat datang kepada rombongan Baznas Malang dan mengatakan bahwa akhir tahun 2017 Baznas Karanganyar mengumpulkan dana ZIS tertinggi se-Jawa Tengah.

“Baznas Karanganyar memiliki beberapa program seperti Karanganyar Peduli, Karanganyar Sehat, Karanganyar Cerdas, Karanganyar Makmur, Karanganyar Takwa.” jelas Samsi.

Lebih lanjut, Samsi mengatakan bahwa Baznas saat ini sedang mengerjakan program unggulan yaitu bekerjasama dengan Pemkab untuk mengelola sanitasi. “Ada 1000 titik sedot tinja bantuan dari Baznas yang berbasis komunal, integral dan berkelanjutan. Kabupaten Karanagnyar merupakan satu-satunya Kabupaten yang sudah seratus persen Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS)”, lanjutnya.

Di lain kesempatan, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Karanganyar yang hadir dalam studi banding itu mengatakan bahwa dirinya memotivasi Penyelenggara Syariah Kemenag Malang, Fanani untuk meningkatkan koordinasinya dengan Baznas dan Pemkab Malang. Menurutnya, komunikasi yang intens untuk merumuskan program-program Baznas sangat diperlukan guna tercapainya tujuan bersama.

“Kemenag disana di motivasi untuk meningkatkan koordinasi antar satker-satker di Malang. Dengan penyuluhan dan koordinasi yang terjadwal, Insya Allah satker-satker disana akan memahami bahwa zakat adalah perintah agama dan akan mengikutinya,” terang Museri.

Lebih lanjut Kasi Bimis mengatakan bahwa Kemenag harus mempelopori satker didaerahnya untuk mengambil zakat seluruh pegawainya. “Dengan kita memberi contoh memberikan zakat 2,5% ke Baznas, dan mengkoordinasikannya dengan Pimpinan disana, yang lainnya juga akan ikut juga karena itu adalah kesadaran beragama,” tambahnya. (ida-hd/Wul)