Sutjipto, Jemaah Haji Purbalingga Akhirnya Pulang ke Tanah Air

Purbalingga – Seorang jemaah haji Indonesia asal Purbalingga Jawa Tengah yang sempat tertahan di Arab Saudi karena harus dirawat sehubungan dengan gangguan kesehatan yang dideritanya, namun setelah menjalani perawatan akhirnya dipulangkan dan tiba di Tanah Air.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Mukhlis Abdillah saat dihubungi menjelaskan kepulangan Hatmi Sutjipto Kasandihardja menggenapi jumlah jemaah haji asal Purbalingga yang kembali ke Tanah Air menjadi 800 jemaah.

“Hatmi Sutjipto Kasandihardja adalah warga Desa Limbasari RT 04 RW 01 Kecamatan Bobotsari Purbalingga, usia 77 tahun tergabung dalam Kloter SOC- 43.  Diberangkatkan dari Arab Saudi Rabu (18/10) dan tiba di Bandara Adi Sumarmo Boyolali Kamis (19/10) menggunakan pesawat GA-210,” jelas Mukhlis saat dikonfirmasi, Jumat (20/10).

Ditambahkan, kepulangan Sutjipto dijemput oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Purbalingga sebagai jemaah haji terakhir asal Purbalingga tahun 2017.

Penerimaan Jemaah Haji oleh Bupati

Dalam penerimaan jemaah haji Purbalingga 2017 di Pendopo Dipokusumo,  Bupati Tasdi menyampaikan ucapan selamat dan doa serta pengharapan agar para Jamaah Haji Purbalingga bisa memberikan manfaat kepada keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara.

“Kami ingin 808 tokoh baru Purbalingga – para jemaah haji, bisa menjadi penggerak umat Islam Purbalingga. 5 orang jemaah yang telah berpulang ke Rahmatullah kita doakan semoga husnul khotimah. Sedangkan Bapak/ Ibu yang telah pulang ke Tanah Air dengan selamat agar bermuhasabah, dan meluruskan niat agar hidup punya manfaat bagi bangsa, negara dan agama,” tandas Tasdi.

Menurutnya, pelayanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Purbalingga terbilang bagus. Pelayanan prima diberikan kepada seluruh jemaah haji Purbalingga dari pemberangkatan hingga kepulangan sesuai yang direncanakan, karena Bupati ingin para jemaah merasa nyaman sehingga lebih mantap dalam menjalani prosesi ibadah haji yang membutuhkan kekuatan lahir maupun batin.

Selain itu juga disampaikan bahwa direncanakan dengan anggaran 350 Milyar Bandar Udara Jendral Soedirman yang terletak di komplek TNI AU di Wirasaba Purbalingga bisa dirampungkan. Dan pada 18 Desember 2018 berbarengan dengan  Hari Ulang Tahun Kota Purbalingga diagendakan launching penerbangan perdana ke Jakarta. Harapan ini juga terkait dengan transportasi jemaah haji, sehingga diharapkan usul agar Bandar Udara Jendral Soedirman nantinya juga dapat menjadi embarkasi bagi keberangkatan jemaah haji wilayah Purbalingga dan sembilan kabupaten lainnya di wilayah Jawa Tengah bagian barat bisa terwujud.

Terkait dengan dengan pembangunan Islamic Centre Purbalingga yang salah satu fungsinya antara lain untuk pelaksanaan kegiatan Manasik Haji, Tasdi  juga meminta doa dan dukungan masyarakat Purbalingga khususnya jamaah Haji yang baru kembali ke Tanah Air agar pembangunan yang sudah mulai dilaksanakan dapat terus dilanjutkan hingga tuntas dan dapat menjadi Islamic Centre terbaik di Jawa Tengah. (sar/gt)