Tahfidz lulusan MA berpeluang jadi anggota Polri

Rembang – Lulusan Madrasah Aliyah akan segera mempunyai kesempatan untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Polri. Program ini diutarakan oleh Kasubag Sumber Daya Polres Rembang, RR Sosiyanto, ketika berkunjung ke kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Rabu (6/9).

Kunjungan tersebut langsung diterima oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah. Sosiyanto menjelaskan, program ini dikhususkan bagi lulusan Madrasah Aliyah formal yang mempunyai kriteria khusus, yaitu hafal Al-qur’an. “Jumlah juznya tidak dibatasi,” ujarnya.

Tujuan dari program ini, kata Sosiyanto, adalah untuk merekrut anggota Polri yang akan bertugas membina mental dan rohani anggota lainnya. Selain itu juga untuk menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dan mencegah pemahaman radikalisme. “Inilah tujuan dari Polri diadakan program ini,” kata Sosiyanto.

Pilot project

Dijelaskan Sosiayanto, Rembang merupakan salah satu daerah yang dijadikan pilot project disamping dua daerah lainnya di Jawa Tengah. Hal ini mengingat banyaknya pesantren di Rembang. “Sebelumnya, kami telah sowan ke salah satu ulama di Rembang terkait program ini,” kata Sosiyanto.

Pihaknya memohon dukungan dan bantuan kepada Kemenag untuk memperlancar program ini dengan menyosialisasikan kepada Madrasah Aliyah yang ada di bawah naungan Kemenag.

“Nantinya, Kapolda akan mengadakan MoU dengan Bupati terkait program ini,” jelasnya.

Atho’illah menanggapi secara positif program ini. Dikatakannya, sebagian Madrasah Aliyah di Rembang memang sudah mempunyai program tahfidz Al-qur’an. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak madrasah untuk menjelaskan program ini,” kata Atho’illah.

Perekrutan anggota Polri ini akan berlangsung pada Maret 2018 mendatang. Salah satu syarat adalah mempunyai ijazah Madrasah Aliyah formal dengan usia maksimal 21 tahun. — ss/bd