Tinggalkan Budaya Seadanya, Gelorakan Inovasi

Mungkid – Inovasi sebagai bagian dari 5 Budaya Kerja pada Kementerian Agama, hendaknya menjadi kebiasaan ASN dalam bekerja. Budaya seadanya, sing penting mlaku, “begini sudah baik”, hendaknya dikikis habis dan berpikir untuk melahirkan inovasi-inovasi baru agar pekerjaan menjadi terukur.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, dalam rapat Perencanaan Rehab dan RKB bagi MIN, Senin, (22/05)  di Ruang Rapat menyampaikan hasil supervisi ke seluruh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Magelang.

“Pembangunan madrasah meliputi mental spiritual, dari guru, peserta didik, sarana prasarananya. Ketiga komponen ini agar menyatu sehingga madrasah dapat diakui keberadaannya,” kata Wafa.

“Rencanakan kebutuhan jangka pendek untuk kebutuhan jangka panjang,” lanjutnya.

Secara detail Wafa menyampaikan evaluasi atas supervisi yang dilakukannya. Wafa berharap para Kepala MIN dapat fokus untuk mengelola madrasah karena beban mengajar sudah ditiadakan.

“Sangat penting bagi semua MIN untuk membuat maket atau layout madrasah. Sehingga apapun yang sudah ditinggalkan, nanti dapat dilanjutkan oleh Kepala Madrasah yang menggantikan,” ungkapnya.

Wafa menyampaikan dalam rapat tersebut, setiap MIN untuk membuat rencana kebutuhan untuk kebutuhan Rehab maupun Pembangunan Ruang Kelas Baru agar mendapatkan alokasi bantuan dari pemerintah.

“Saya telah melakukan komunikasi yang intens dengan para pemangku kebijakan, namun harus didukung oleh data-data yang akurat. Sehingga ini dapat diimbangi oleh para Kepala MIN dengan inovasi-inovasi sebagai upaya mewujudkan slogan Madrasah Hebat Bermartabat,” sambut Wafa.

Dalam 100 hari Wafa memimpin Kabupaten Magelang, telah banyak inovasi-inovasi yang dilakukan dalam bidang pendidikan. Misalnya penataan Ruang Seksi Pendidikan Madrasah yang representatif sehingga dapat melayani kebutuhan Guru dengan baik dan cepat, penataan Sumber Daya Manusia melalui rotasi sesuai dengan kompetensi, serta melakukan inventarisasi kebutuhan pembangunan fisik pada madrasah.

Melalui inovasi-inovasi tersebut, Wafa mendorong madrasah untuk menjadi garda terdepan dan menjadi pelopor kebaikan melalui pendidikan di kabupaten Magelang. Dengan demikian, madrasah-madrasah di Kabupaten Magelang tidak saja hebat dalam prestasi, tetapi meningkat martabatnya di mata umat. (am/sua)