Tingkatkan Kualitas Para Kepala RA, IGRA & BDK Semarang Adakan Diklat Subtantif

Wonogiri – Dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kualitas SDM Guru Roudlotul Athfal utamanya para kepala RA di lingkungan Kemenag Wonogiri serta mutu pendidikan anak usia dini,  Pengurus Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Diklat Subtantif Kepala RA kerjasama dengan BDK Wonogiri, Selasa –Jum’at (27-30/11) di RM. Alami Sayang Wonogiri yang di ikuti Kepala RA se-Kabupaten Wonogiri.

Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi ketika membuka acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut harus bisa menjadi semangat dan entry point bagi kepala RA se Kabupaten Wonogiri untuk bisa mencetak generasi yang berkualitas dan bisa menjadi inspirasi bagi guru RA agar lebih maju dan meningkat kualitasnya.

Sudah saatnya guru RA di lingkungan Kantor Kementerian Agama harus melakukan inovasi dan menambah pengetahuan baru, sehingga dengan gurunya yang maju maka sekolahpun akan maju, dan program Diklat Peningkatan Kompetensi juga sesuai dengan program kerja IGRA sebagai fasilitasi untuk meningkatkan mutu pendidikan RA.

Melalui Diklat Subtantif Kepala RA, H. Subadi berharap para guru Raudhatul Atfal dapat termotivasi untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide-idenya ketika mengajar.

“Saya berharap, dengan diadakannya DiklatSubtantih Kepala RA ini, mudah-mudahan para guru-guru Raudhatul Atfal dapat termotivasi untuk lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mengembangkan ide-idenya ketika mengajar,” harap Subadi

Mengingat saat ini Raudlatul Athfal (RA) telah terbukti memainkan peran sekaligus memberikan kontribusi penting dalam upaya perbaikan sumber daya manusia Indonesia khusunya anak usia dini. Sehingga RA kedepan harus terus berkembang lebih baik, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dini, tapi juga sebagai embrio mendidik moral generasi muda dan pengenalan agama yang baik.

RA mempunyai kelebihan dan keunggulan sebab, sekarang RA bukan lagi menjadi alternatif sekolah TK. Tapi RA adalah pilihan masyarakat dan primadona, dimana mereka memasukkan anak untuk bekal dan mengenalkan agama Islam sejak dini. RA merupakan pondasi pendidikan yang kuat untuk mempersiapkan generasi bangsa yang iman, taqwa, sehat, ceria, peduli lingkungan, kreatif, soleh dan solehah. (Mursyid/Heri/rf)