UAMBN Harus Bisa menjadi Alat Pengendali Mutu Madrasah

Wonogiri – Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berlangsung mulai tanggal 17-20 April 2017 harus ditanggapi dengan serius mengingat Ujian Akhir masih menjadi salah satu barometer pengukur keberhasilan anak didik di madrasah yaitu dengan melaksanakan evaluasi yang harus di laksanakan dengan jujur, aman, tertib serta peserta didik mampu mengikuti ujian dengan baik dan terus giat belajar.

Selain itu Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) merupakan momentum untuk lebih mengenali kemampuan diri. Karenanya, kejujuran dan nilai integritas dalam menjalani ujian harus dikedepankan, sudah semestinya moment ujian dihadapi dengan  semangat untuk lebih giat belajar.

Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) sebagai momentum penting bagi Madrasah endingnya sukses penyelenggaraan dan sukses hasilnya untuk itu perlu persiapan dan kerja keras dan kejujuran kita bersama, namun peningkatan kualitas anak didik tetap menjadi tujuan utama dari suatu proses pembelajaran.

Hal ini diutarakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, H. Subadi dalam acara monitoring dan supervisi pelaksanaan UAMBN MTsN di kampus MTsN 1 Wonogiri, Rabu (19/4).

Walaupun UAMBN ini tidak menentukan kelulusan peserta didik, namun hal ini merupakan bagian dari sistem pendidikan, yang mana dimulai dari perencanaan sampai evaluasi pembelajaran.

Tetapi menurut H. Subadi, UAMBN tetap diharapkan mempunyai fungsi sebagai bahan pertimbangan dalam pemetaan mutu madrasah, umpan balik perbaikan program pembelajaran, dan alat pengendali mutu pendidikan.

Kepada para panitia dan pengawas UAMBN di Kabupaten Wonogiri untuk dipersiapkan dengan baik, pelaksanaanya harus dapat dipertanggungjawabkan dan hasilnya dapat dibanggakan oleh masyarakat. “Laksanakan dengan jujur, aman, tertib serta peserta didik mampu mengikuti ujian dengan baik dan terus giat belajar” jelas Ka. Kankemenag

Kepada Guru Madrasah beliau selalu berpesan, “berilah motivasi dan pencerahan kepada peserta UAMBN, jangan malah menakut-nakuti, pastikan dan semangati mereka agar mampu mengerjakan dengan jujur, baik dan benar, anak-anak harus rilek dan santai tetapi tetap harus serius” (Mursyid-Heri)