Ubah Pola Pikir Lama, Guru Kelas I Ikuti Diklat Kurtilas Mandiri

Purbalingga – Dalam rangka peningkatan kompetensi keguruan, sebanyak 115 guru kelas 1 dari 97 Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif se-kabupaten Purbalingga mengikuti Kegiatan Diklat Kurikulum 2013 Gelombang I selama tiga hari yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Purbalingga.

Kegiatan Diklat Kurtilas Bagi Guru Kelas yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut program kerja LP Ma’arif NU Kabupaten Purbalingga tersebut dibuka Sabtu (29/07) dan berakhir Senin (31/07) bertempat di Aula Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purbalingga. Ketua Panitia Penyelenggara, Nur Hamdiyah menjelaskan tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kegiatan Diklat Kurikulum 2013 ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MI Ma’arif NU Kabupaten Purbalingga khususnya guru kelas 1 dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013,” ungkap Nur Hamdiyah. “ Kegiatan Gelombang I ini akan dilanjutkan dengan Gelombang II untuk guru-guru kelas IV pada tanggal 5-7 Agustus nanti,” imbuhnya.

Pengurus LP Ma’arif Kabupaten Purbalingga, Sudiyono yang juga Kepala MIN Wirasaba dalam pidato pembukaannya menyampaikan bahwa pola pikir guru madrasah harus segera diubah aga menjadi lebih baik.

Pola lama guru yang mengajar dengan masuk kelas lalu menyuruh siswa untuk buka buku dan kerjakan soal halaman sekian harus segera diubah. Makanya LP Ma’arif bertindak secepat kilat menyelenggarakan kegiatan ini untuk mengubah mindset guru yang memiliki kebiasaan lama yang tidak baik.

“Kebiasaan guru kita yang membiarkan siswa mengerjakan soal atau LKS lalu ditinggal merokok atau main HP harus segera dikikis habis. Kalau guru mikir TPG terus, yang jadi kepala mikir BOS yang tidak kunjung cair, terus siapa yang memikirkan siswa ? Maka amanat yang kita emban untuk mendidik anak didik kita, bisa terlupakan. Makanya kegiatan ini nanti silakan dimaksimalkan,” papar Sudiyono.

“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jangan malu bertanya, jangan minder. Di Kementerian Agama secara resmi tidak ada diklat dikarenakan tidak ada anggaran. Dan penyelenggaraan Diklat diserahkan kepada K3MI. Pelatih atau pemateri kita bukan profesor, tetapi mereka itu praktisi. Jadi memahami bagaimana praktek Kurtilas yang sebenarnya, bukan hanya menerangkan sebuah konsep. Maka manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Terkait dengan biaya penyelenggaraan, Panitia penyelenggara menjelaskan kegiatan ini tidak dibiayai dari dana pemerintah (DIPA) tetapi biaya gotong royong karena kegiatan ini sifatnya mandiri. Biaya yang disumbangkan oleh peserta digunakan untuk pengadaan ATK dan akomodasi peserta. Sedangkan untuk transportasi Tutor / Pemateri yang terdiri dari seorang instruktur Kurikulum 2013 Kabupaten Purbalingga dan 3 orang Fasilitator Daerah (Fasda ) dari USAID dibiayai oleh LP Ma’arif Purbalingga.

Para fasilitator dan instruktur yang membimbing para guru kelas I dalam kegiatan ini adalah : Wiwik Ekawati, S.Pd.SD ( Kepala SDN 1 Brecek Kaligondang), Soderi, S.Pd.SD (Kepala SMPN 3 Karangmoncol), Mohammad Qomarudin Yahya (Guru Kelas SDN 4 Cipaku Mrebet) dan Rasmo, S.Pd. (Kepala SDN 3 Blater Kalimanah).

Materi yang disajikan dalam kegiatan ini meliputi : Pre-Test, Kebijakan dan Dinamika Kurikulum, Penguatan Pendidikan Karakter, Penerapan Literasi dalam Pembelajaran, Analisis Kompetensi Pembelajaran dan Penilaian, Diskusi & Tayangan Video Inspirasi, Penyusunan dan Revisi RPP, Peer Teaching dan Refleksi, Penyusunan Instrumen Penilaian, Praktek Pengolahan dan Pelaporan Nilai, serta Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Kegiatan diakhiri dengan Post Tes dan upacara penutupan. (sar/gt)