
Kab. Tegal (Humas) – Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, menegaskan komitmen Kemenag untuk hadir dan bergerak cepat membantu satuan pendidikan keagamaan yang terdampak bencana alam, termasuk pondok pesantren.
“Kementerian Agama hadir untuk memastikan keselamatan warga pesantren serta membantu pemulihan pascabencana. Pesantren adalah aset umat yang harus kita jaga bersama,” tegas Kakanwil Saiful Mujab saat meninjau lokasi bencana pergeseran tanah di Pondok Pesantren Al Adalah, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis (5/2/2025).

Bencana pergeseran tanah tersebut mulai terjadi pada Senin malam (malam Selasa) sekitar pukul 00.00 WIB, ditandai dengan pergerakan tanah di area pondok. Pada Selasa pagi, dampak bencana semakin terlihat dengan munculnya retakan pada sejumlah bangunan, bahkan beberapa bagian bangunan mengalami keruntuhan sehingga tidak lagi aman digunakan.

Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil Kemenag Jateng didampingi Kakankemenag Kabupaten Tegal Ahmad Muhdzir, beserta jajaran, meninjau langsung kondisi bangunan pondok dan lingkungan sekitar yang terdampak.
Selain itu, Kakanwil juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di pesantren.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Adalah, KH. Tasrifin Salim, yang menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Kementerian Agama.


Kakanwil menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenag Kabupaten, pemerintah daerah, serta instansi terkait guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal, termasuk langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak menimbulkan risiko lebih besar di kemudian hari.
Kementerian Agama berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan darurat dan perbaikan awal sarana prasarana pesantren, sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan dengan aman dan kondusif.





