UNBK Uji Integritas Peserta Didik

Rembang—Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) diharapkan mampu menunjukkan integritas peserta didik tingkat menengah pertama dan menengah ke atas terhadap penguasaan materi pelajaran. Variasi soal ujian yang berbeda untuk setiap peserta didik, mengharuskan siswa menjawab pertanyaan secara mandiri, tanpa harus saling memberitahu.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Jasim mengemukakan hal tersebut usai mengadakan monitoring pelaksanaan simulasi UNBK yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin-Selasa (27-28/2).

Menurut Jasim, konsep UNBK ini sangat bagus untuk menguji kemandirian siswa. “Pemerintah ingin Ujian Nasional terselenggara secara jujur berdasarkan kemampuan peserta didik itu sendiri. UNBK ini sangat minim terhadap kecurangan siswa dalam menjawab soal,” ujar Jasim.

Didampingi oleh beberapa staf, Jasim melakukan monitoring terhadap pelaksanaan simulasi UNBK ini. Jasim mengatakan, listrik dan jaringan/sinyal internet diharapkan akan terus lancar, sehingga tidak mengganggu jalannya UNBK. “Selama simulasi, aliran listrik dan jaringan internet normal. Semoga akan terus berlanjut hingga pelaksanaan UNBK nanti,” ujarnya.

Adapun jumlah MTs yang menyelenggarakan sebanyak 12 MTs, terdiri atas lima MTs Negeri, dan tujuh MTs Swasta. Jasim mengatakan, jumlah tersebut memang kurang dari 30 persen dari jumlah MTS keseluruhan, yaitu 42 madrasah. “Sebagian besar MTs memang masih belum siap dalam menyediakan sarpras karena keterbatasan anggaran,” kata Jasim.

Monitoring pertama dilakukan di MTsN Lasem. Untuk kelancaran UNBK, MTsN Lasem bekerjasama dengan MAN Lasem. Hal ini karena jumlah Personal komputer (PC) tidak sebanding dengan jumlah peserta didik. Kelas IX yang terdiri dari sekitar 200 siswa melaksanakan UNBK di tiga ruang kelas. Masing-masing ruang tersedia 20 unit komputer.

Demikian halnya di MTsN Pamotan. Sebanyak 133 siswa menempati 2 ruang lengkap dengan perangkat komputer. “Setiap sesi mempunyai waktu 2 jam sehingga dalam sehari, ditambah waktu istrahat selesai sampai dengan pukul 16.00 WIB,” terang Kepala MTsN Pamotan, Srianto.

Untuk memantapkan lagi,  akan ada simulasi III bagi MTs/SMP besok pada 20 hingga 21 Maret 2017 mendatang. Sementara pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTs akan dilaksanakan pada Mei mendatang.(ss/bd)