Wujudkan Madrasah Hebat dengan Inovasi

Mungkid – Slogan Madrasah Hebat Madrasah Bermartabat hendaknya selalu menjadi inspirasi bagi segenap komponen pendidikan  di madrasah untuk mewujudkannya. Suksesnya pelaksanaan ujian nasional dan kemandirian madrasah menjadi indikator terwujudnya inovasi dalam bidang tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, pada rapat koordinasi Persiapan UNBK, USBN, dan UAMBN Madrasah di Gedung Serba Guna KPRI Kokarda, komplek Kantor Kemenag Kab. Magelang, Kamis (15/2). Rapat dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah Muslih, Pengawas Pendidikan Islam, dan Kepala MTs  dari 71 Madrasah Tsanawiyah di kabupaten Magelang.

“Agar Madrasah makin eksis lakukanlah inovasi, yang belum ada, diadakan, misalnya adakan lomba kebersihan antar kelas, lomba kerapian berpakaian baik untuk siswa ataupun guru,” katanya.

Dalam mendidik siswa pun menurut Wafa perlu adanya inovasi. Membentuk siswa berkarakter tidak harus dengan cara keras, mendisiplinkan anak didik tidak harus dengan cara yang kaku tapi dengan melibatkan juga wali murid dan lingkungan madrasah.

“Membentuk siswa tidak harus dengan cara kenceng, maksimalkan komunikasi dan koordinasi dengan wali murid dan gunakan pendekatan sosial yang baik dengan lingkungan madrasah dalam pembentukan karakter siswa didik,” jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan UNBK, USBN, UAMBN pada madrasah, suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi salah satu indikator Madrasah Hebat.  Indikator lainya menurut Wafa adalah Kemandirian Madrasah termasuk kemandirian menyusun soal-soal Ujian Nasional.

“Sukses pelaksanaan ujian Nasional dan kemandirian madrasah adalah indikator terwujudnya Madrasah Hebat Madrasah Bermartabat, dalam hal ini kemandirian dalam membuat soal-soal ujian,” jelasnya.

Wafa menyampaikan mewujudkan Madrasah Hebat melalui penyelenggaraan Ujian Nasional harus melibatkan partisipasi semua pihak dan elemen pendidikan  sehingga penyusunan soal-soal ujian nasional dapat tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran.

Kepada para peserta rapat, Wafa berpesan agar dalam menyusun soal ujian dapat melakukan tiga hal: Pertama: jangan memunculkan tema materi bersifat sensitif seperti isu SARA dan golongan.  Kedua, naskah ujian jangan menyinggung masalah politik dan radikalisme,  dan yang ketiga: cermati dan teliti naskah soal sebelum dicetak.

Terkait dengan perkembangan dan prestasi Madrasah dalam dunia pendidkan Wafa mengajak civitas akademika Madrasah agar lebih meningkatkan prestasi.

“Jangan hanya berprestasi pada level Kabupaten saja namun sebisa mungkin mampu berprestasi pada tingkat provinsi, syukur-syukur bisa sampai tingkat Nasional,” pesannya. (at/am/bd)