Wujudkan Program Kerja, Kemenag Blora Gelar RaKor Gabungan

BLORA – Untuk mewujudkan program kerja maupun program unggulan Kementerian Agama Blora, Beberapa unsur ASN  Kemenag yang terdiri dari kasi kasi dan Gara Syariah, Kepala KUA Kecamatan, penghulu, penyuluh,Pokjawas PAIS dan Madrasah, KKG, MGMP, FKDT, Badko TPQ, Sekjen, analis kepegawaian, perencana, dan ASN lainnya mengikuti Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgab)  pada Selasa (17/4) kegiatan diadakan di maka bertempat di Gedung NU Kabupaten Blora . kegiatan dikuti sekitar 95 peserta rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Blora,H. Nuril Anwar, dan didampingi Kasubbag TU Kemenag Blora, HM Fatah,   beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Kasubbag TU Kemenag Blora, HM Fatah,  menyampaikan bahwa acara Rakorgab tersebut dilaksanakan sebagai upaya menindaklanjuti bahan rapat kerja wilayah beberapa waktu lalu yang perlu disinkronkan dengan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan  dan seksi, sehingga program Kemenag pusat bisa dilaksanakan di Kemenag Blora sesuai kebutuhan dan prioritas.

“kami harapkan pada Rakorgab ini akan menjadi upaya sinkronisasi program dari semua seksi dan pihak yang berkompeten agar  bisa menjalankan tugas dan fungsi dengan baik sesuai kebutuhan dan prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat”paparnya serius.

Untuk itu, pihaknya akan melaksanakan Rakorgab  dengan metode pembagian komisi sesuai tugas, pokok dan fungsi masing masing peserta kemudian masing masing komisi memaparkan hasil rapat pada sidang pleno untuk medapatkan tanggapan dari seluruh peserta sebagai finalisasi program.

Adapun Peserta terbagi menjadi tiga sidang komisi antara lain komisi tata kelola kesekretariatan, komisi layanan keagamaan yang terdiri dari bidang Bimbingan Masyarakat Islam dan Hajum serta komisi layanan pendidikan agama dan keagamaan yang terbagi lagi menjadi sub komisi bidang pendidikan madrasah, PAIS maupun PD Pontren.

Kepala Kemenag Blora, Nuril Anwar menyampaikan bahwa kegiatan Rakorgab merupakan upaya untuk menigkatkan semangat mewujudkan program kerja yang nyata dan terukur dengan komitmen berbagai pihak yang bisa ikut melaksanakan program sehingga perlu merumuskan problem dan solusi bersama supaya program tersebut bisa terwujud dengan nyata, baik dan tepat.

Untuk itu, masing masing seksi bersama dengan pelaksana lapangan bisa saling bersinergi dan saling membantu mensukseskan program yang dirumuskan bersama.

Menurutnya, ada beberapa kebijakan unggulan selain program rutin  masing masing seksi antara lain untuk seksi Pendidikan Madrasah adalah mensukseskan ujian satu jam berjuang di madrasah baik tingkat RA, MI, MTs maupun MA dengan sasaran anak RA bisa membaca dan Menulis Alquran, anak MI bisa hafal juz 30, anak MTs bisa hafa surat yasin, Al waqiah dan al mulk, anak MA bisa tahlil dan mensoatkan jenazah serta sholat sunah yang lain.

Selain itu, perlu upaya peningkatan peserta didik melalui Penerimaan Peserta Didik Baru baik melalui silaturahi dan sosiallisasi program ek masyarakat dengan menampilkan lulusan yang berkualitas, mencetak brosur dan lainnya sehingga madrasah bisa menjadi populis, dicintai masyarakat dan berkualitas serta profesional.

Adapun untuk Seksi PAIS diharapkan terdapat program satu jam berjuang untuk tingkat SD,SMP maupun SMA, Program mahir Baca Tulis Alquran bagi siswa dan mendorong guru yang belum mendapatkan sertifikasi mendapatkan SK Bupati.

Selain itu, untuk Bimas Islam perlu upaya peningkatan pelayanan Nikah satu atap, khotmil Quran di semua desa serta binaan desa bagi penyulluh, Isbat Nikah bagi keluarga yang belum meikah resmi serta percepatan sertifikasi tanah wakaf dan arah kiblat.

“adapun unntuk program haji kami mengharapkan peningkatan pelayanan hai satu atap, pelayanan kemudahan rekomendasi pembuatan paspor Umroh serta Perda bantuan pembiayaan pemulangan dan pemberangkatan ibadah haji” paparnya.

Nuril juga menandaskan untuk Seksi PD Pontren diharapkan bisa mewujudkan akreditasi Madin dan TPQ sehingga terdapat stabdarisasi kurikulum dan pembelajaran, meningkatkan program pengajian di Ponpes Taubatan Nasuha di LP serta peningkatan peran Ponpes, Madin dan TPQ.

Hal lain yang mendapatkan perhatian adalah upaya meingkatkan tata kelola keseretariatan seperti pelayanan informasi publik, pembuatan Laporan Capaian Kinerja dan Optimalisasi Laporan Realisasi Anggaran baik pelaksanaan anggaran yang efisien dan tepatguna serta pengisian aplikasi e-Mpa, e-monev maupun Smart.

“mari kita menjalankan program secara bersama dari kita untuk fungsi pelayanan masyarakat dan publik bisa merasakan dampak yang cukup signifkan dari kerja keras ini”paparnya.

Adapun masing masing peserta membahas berbagai problem dalam komisi masing masing sesuai kompetensinya serta mencari alternatif program yang bisa dijalankan serta merumuskan strateginya kemudian meminta pendapat dalam sidang pleno secara terbuka sebagai hasil final program untuk segera diwujudkan. (ima/bd)