Halim : Maksimalkan Peran Pengawas PAI Melalui Media Informasi

Kebumen – Sebagai respon atas dilantiknya Salim Wazdy sebagai Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Kebumen (19/01), Seksi Pendidikan Agama Islam Kabupaten Kebumen menggelar rapat koordinasi di ruang rapat lantai 2 bersama pengawas PAI di lingkungannya pada kamis (21/01).

Melalui penyampaiannya Halim Darmawan mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Salim Wazdy yang sebelumnya menjabat Pengawas Sekolah Madya Tiingkat Menengah. “Saya mengucapkan terimaksih sekali kepada Pak Salim atas sumbangsih, kinerja dan kebersamaannya selama bergabung bersama kami di Seksi PAIS mengawal penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di Kebumen,’ ucap Halim.

Selain ucapan terimakasih, beliau juga mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Salim Wazdy sebagai kepala seksi Bimas Islam. “Semoga senantiasa diberikan kelancaran dan petunjuk dari Allah dalam menjalankan tugas baru,” lanjutnya.

Halim menjelaskan bahwa di Kebumen ada kurang lebih 1070 lembaga/sekolah negeri maupun swasta yang menyelenggarakan Pendidikan Agama Islam. Dengan jumlah pengawas PAI yang hanya 7 orang tentu sangat jauh dari kata cukup, apalagi dikurangi 1 orang lagi Pak Salim yang dipromosikan sebagai Kasi Bimas Islam.

Dijelaskan, peranan pengawas sangat dibutuhkan, karena sangat berpengaruh dan menentukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi belajar peserta didik. Peranan pengawas merupakan faktor yang sangat penting dalam memberi pengaruh terhadap peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di suatu sekolah.

“Oleh karena itu, sebagai pengawas tentu sangat perlu sekali memahami dan menyadari betapa pentingnya peranan dan fungsi itu dalam tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Halim.

Halim berharap kepada pengawas PAI yang ada agar lebih bisa memaksimalkan peran kepengawasan Pengawas PAI dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai media untuk memberikan pembinaan dan pengawasan. “Menurut Saya di era digital seperti sekarang ditambah situasi pandemi yang belum berakhir dan jumlah pengawas yang kurang dari standar bukan merupakan sebuah kendala apabila Bapak / Ibu kreatif, pengawasan bisa dilakukan secara daring melalui media sosial seperti Zoom dan googlemeet, WA dan sebagainya,” katanya.(fz/qq).