DWP Kemenag Karanganyar Zoom Meeting Bersinersi, Berbagi Rezeki, Mengembalikan Energi

Karanganyar – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kab. Karanganyar mengikuti acara Launching Virtual Peduli Bencana yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan Kemenag RI, Selasa, 02 Februari 2021 di ruang kepala Kepala Kementerian Agama Kab. Karanganyar

Pada kesempatan ini, DWP Kemenag RI merilis gerakan Peduli Bencana dengan mengangkat tema “Bersinersi, Berbagi Rezeki, Mengembalikan Energi”. Kegiatan yang dilakukan melalui aplikasi daring ini diikuti oleh DWP Kanwil Kemenag, DWP Kemenag Kab/Kota, dan DWP PTKN se-Indonesia. Acara ini juga diisi dengan sambutan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan Penasihat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Penasihat DWP Kemenag RI, Eny Yaqut Cholil yang merasa prihatin dan merasakan duka yang sama terhadap korban Bencana Alam Banjir dan Gempa, di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. “Berangkat dari niat mulia tersebut, dan rasa duka yang sama maka kami sepakat untuk membentuk gerakan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Peduli Bencana,” tutur Eny.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Kemenag RI, Farichah Nizar dalam laporannya menyampaikan dalam kegiatan gerakan DWP Peduli Bencana ini telah terkumpul donasi sejumlah Rp 1.221.202.950.

“Dana terkumpul ini berasal dari donasi DWP Kemenag dan DWP Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri se-Indonesia. Hasil donasi tersebut akan diberikan dalam berbagai bentuk yang sesuai dengan keperluan korban bencana dan akan segera disalurkan ke daerah terdampak bencana Banjir dan Gempa,” tegas Farichah.

Ketua DWP Kemenag Kab. Karanganyar, Suyanti menyampaikan, dengan di launcingnya Bersinergi Membagi rizqi Mengembalikan Energi oleh DWP Kementerian dapat membentuk karakter pengurus dan anggota.

“Kegiatan sosial terhadap saudara kita yang baru terkena musibah ini  semoga dengan dapat meringankan beban saudara kita yang baru terkena musibah. Hal ini akan menggugah hati nurani kita dan mau berbagi sesama,  agama mengajarkan kepada kita bahwa kesalehan pribadi belum dianggap sempurna ketika tidak melakukan kesolehan sosial, kesolehan sosial adalah ketika kita peduli kepada orang lain tanpa pandang agama, sosial, politik dan budaya,” kata Yanti.(Ida-Bd/Sua)