Disanggah Bambu, MTs N 4 Brebes Butuh Bantuan

Brebes –  Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Brebes, dengan Kepala Madrasahnya bernama Syamsul Ma’arif. Berlokasi di Jl, Eyang Purwa No. 90, Bangbayang, Kec. Bantarkawung, Kab. Brebes, memiliki beberapa bangunan, namun beberapa ruangan terutama ruang guru kondisinya sangat memprihatinkan.

Madrasah yang dibangun sejak 25 Nopember 1995 dan telah berumur 26 tahun ini, saat ini memiliki murid sebanyak 516 murid dengan total 15 rombongan kelas dari kelas tingkat 7 hingga ke tingkat 9. Bangunan madrasah sudah bersertifikat dan milik Kemenag dengan luas 1.450 M2, sedangkan  tanah dengan luas 3.145 meter persegi merupakan tanah wakaf. Dari 3.145 meter tanah dimaksud telah berdiri bangunan sekolah dengan luas total 1.953 meter persegi. Sisanya dijadikan lapangan olahraga, halamn, serta kebun sekolah. Sedangkan 1.450 meter persegi belum digunakan, dan masih tanah kosong.

Bangunan madrasah terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang guru,  ruang kelas (15 kelas) , ruang TU , ruang LAB IPA, ruang Lab Komputer, ruang perpustakaan, ruang UKS, ruang kepramukaan, toilet guru dan murid serta mushalla. Dari keseluruhan ruangan, ruang guru dan ruang kelas (5 ruang) masuk dalam kategori rusak berat. Sedangkan sisanya kebanyakan masuk dalam kondisi rusak ringan. Padahal jumlah pendidik dan tenaga pendidkan berjumlah 35 orang.

Seperti yang di salah satu ruang kelas, tulang-tulang penyangga atap kondisinya sudah lapuk dimakan zaman. Sebagian plafon bilik bahkan sudah bolong, kayu-kayu lapuk terlihat menjulur keluar dari dalam lubang. Bahkan di ruang guru, beberapa plafon bahkan hamper ambruk, dan hanya disangga oleh sebuah kayu/bamboo sebagi tiang pancangnya. Tak terbayangkan apabila para guru sedang beraktifitas dalam ruangan, dan plafon menimpa mereka.

“Terkait dengan rehab Ruangan Kelas Belajar (RKB), seperti yang disampaikan oleh Kasi Penmad, Imam Gozali. Tim sudah mengajukan ke Kemen PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), melalui Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, hanya masih dalam proses. Mari doakan semoga dapat terlaksana dalam waktu dekat,” jelas Fajarin saat ditanya oleh salah seorang guru.(DA/Sua)