MTsN 7 Kebumen Launcing Gamelan Ky. Ajitomo dan Pentas Perdana Karawitan Dwijo Siswo Budhoyo

Kebumen – Kemajuan dalam berbagai bidang terutama teknologi dan informasi bukanlah sebuah alasan melupakan budaya Indonesia yang adiluhung. Bangsa Indonesia memiliki kekayaan Seni Budaya yang tak ternilai harganya. Kekayaan itu harus dirawat dan dilestarikan dengan berbagai upaya, salah satunya upaya tersebut adalah melalui Lembaga Pendidikan Madrasah.

Dalam upaya inilah pada Selasa (9/3/2021) MTs Negeri 7 Kebumen mengadakan acara launching gamelan Kyai Ajitomo sekaligus pentas perdana karawitan Dwijo Siswo Budhoyo. Group karawitan ini terdiri dari siswa peserta ekstrakurikuler karawitan MTsN 7 Kebumen.

Acara launcing yang dihadiri komite madrasah, guru, pegawai, Siswa peserta Karawitan, serta tokoh masyarakat setempat ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penabuhan Gong Kyai Ajitomo. Berlangsung di aula madrasah launcing ini juga disiarkan secara live melalui chanel Youtube MTsN 7 Kebumen agar seluruh siswa menyaksikan dari rumah.

Imam Pratomo Kepala MTs Negeri 7 Kebumen dalam sambutanya menjelaskan bahwa selain berupaya meningkatkan kualitas lulusan dengan meningkatkan prestasi akademik, tak kalah penting juga berupaya menggali potensi non akademik, salah satunya dengan seni karawitan. “Meskipun telah berprestasi baik tingkat Propinsi dan Kabupaten melalui Drumband, Hadrah, dan Pramuka, MTsN 7 Kebumen terus berinovasi untuk peningkatan prestasi,” ungkapnya.

“Saya ingin menjadikan Karawitan sebagai salah satu ciri khas MTsN 7 Kebumen. Warisan  para wali ini akan melengkapi keunggulan madrasah,” imbuhnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dalam upaya pelestarian budaya, madrasah telah mengadakan seperangkat  gamelan Tahun 2021. Gamelan yang dibiayai dari dana BOS tersebut diberi nama Kyai Ajitomo. Pengadaan gamelan ini bertujuan memotivasi siswa untuk terus meneruskan tradisi, berkreasi dan berprestasi.

Karawitan sendiri resmi menjadi ekstrakurikuler di MTs.N 7 Kebumen mulai Tahun Pelajaran 2020/2021. Ristinah selaku guru pengampu Bahasa Jawa menuturkan, pada semester pertama latihan dilaksanakan atas kerjasama dengan sanggar Lestari Laras pimpinan Ibu Sulastri yang beralamat di Desa Kabekelan Prembun. “Alhamdulillah, sekarang kami bisa latihan dengan alat sendiri dan berlatih di madrasah. Semoga, siswa akan seakin semangat berlatih,” terang Ristinah.

Seni Karawitan ini bisa dijadikan media penguatan nilai moderasi beragama di madrasah. Hal ini disampaikan Nur Sabani selaku Panitia. Nur Sabani menuturkan bahwa melalui pengenalan Seni karawitan dan nilai nilai yang terkandung didalamnya, harapannya melalui karawitan secara langsung siswa dikenalkan dengan Budaya yang sarat dengan nilai moderasi.

Pada saat acara berlangsung, para siswa yang tergabung dalam Karawitan Dwijo Siswo Budhoyo MTs. 7 Kebumen memperlihatkan kelihaiannya dalam menabuh gamelan. Di tengah acara para siswa memainkan karawitan dengan lagu Gugur Gunung. Lagu yangi sarat dengan ajakan untuk hidup rukun dan bersatu meskipun dalam perbedaan.  Lagu ini juga memuat ajakan untuk saling bahu membahu bergotong royong dan ikhlas bekerja demi kejayaan sebuah negara. Nilai yang terkandung dalam lagu ini sarat dengan nilai moderasi dan bisa menjadi renungan bagi semua pihak terutama dalam situasi pandemi dan merebaknya provokasi kebencian di media masa.

“Saya berharap upaya pelestarian seni karawitan ini  semoga bisa mewujudkan program menduniakan madrasah melalui budaya,” ujar Nur Sabani. (ns/fz/qq).