Guru Berkompeten, Anak Bangsa Berkarakter

Karanganyar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Karanganyar, Wiharso membuka  Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik (Pak) Pendidikan Tingkat Dasar. Bertempat di Hotel Tamansari Karanganyar, tanggal 1-2 Nopember 2021.

Wiharso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi positif kegiatan tersebut. “Kegiatan ini supaya memberikan kekuatan baru atau lebih tepatnya menyegarkan kembali suasana hati guru sehingga mempunyai semangat yang lebih membara dalam mendidik siswanya. Selain itu guru dapat mempersiapakan perangkat mengajar yang dibutuhkan agar sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini,” jelas Wiharso.

Mengawali sesi pertama, Wiharso menyampaikan materi, “Peran Guru Agama Dalam Mewujudkan Moderasi Beragama”.  

“Negara Indonesia adalah negara majemuk baik dari segi etnis, suku, bahasa, budaya maupun agama maka setiap warga negara harus memiliki toleransi yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Agama memiliki ajaran universal yakni perdamaian, kebaikan, menghormati sesama dan cinta kasih, maka setiap orang beragama hendaknya mengamalkan ajaran tersebut. Guru mewakili negara harus hadir menjadi fasilitator  dalam penguatan moderasi beragama pada siswa didik dan masyarakat di sekitarnya,” papar Wiharso.

Sesi kedua, materi disampaikan oleh Romo Robertus Triwidodo, Pr.

“Guru kompeten mendidik karakter anak bangsa, dimana guru harus memiliki syarat utama yakni pertama berbadan sehat supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik, yang kedua memiliki kompetensi sehingga mampu menguasai materi dan memiliki ketrampilan yang memadai serta memiliki karakter yang baik sehingga patut menjadi teladan bagi anak didiknya dan yang ketiga guru harus memiliki spiritualitas yang baik sebagai motivasi dasar dalam pelayanan. Semua hal tersebut menjadi bekal sebagai Guru Penggerak yang mengutamakan muridnya dari apapun, bahkan dari karirnya sendiri, guru lebih mengutamakan murid dan pembelajaran murid. Karena itu guru akan mengambil tindakan-tindakan tanpa disuruh, tanpa diperintah untuk melakukan yang terbaik,” jelas Romo Robertus Triwidodo.

“Sebagai warga negara indonesia penerapan pancasila sebagai pendidikan karakter sangat penting dilakukan di sekolah, rasa cinta terhadap negara Indonesia harus di semai, di pupuk, dan dirawat sejak dini sehingga para guru dapat mencetak warga negara yang berkepribadian bangsa Indonesia. Menjaga nama baik bangsa dan negara mutlak dilakukan setiap warganya serta memiliki kebanggan sebagai warga negara Indonesia menjadi dasar setiap warga menjadi militansi bagi bangsanya,” lanjutnya, 

Pada pertemuan hari ke dua, Romo Petrus Dwi Purnomo Adi mengajak setiap Guru menjadi rahmat dan memiliki daya pikat bagi anak didiknya.

“Cara hidup guru dan pengajarannya diharap mampu membawa pencerahan, sukacita dan optimisme bagi siswanya karena keberhasilan guru bukan pertama-tama terletak pada nilai siswa yang baik namun ketika siswa mampu menjadi pribadi yang matang secara rohani dan pribadi,” kata beliau.

Sebagai bekal untuk mengajar pada sesi berikutnya guru diajak untuk membuat RPP satu lembar, bapak Suparto sebagai nara sumber mendampingi pembuatan RPP tersebut sampai setiap guru mampu membuat RPP yang baik dn benar supaya dapat digunakan untuk menjadi pegangan saat mengajar di sekolah. Setelah itu di lanjutkan pembuatan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) sehingga guru dapat mengukur kompetensi siswa secara mendalam.(ida/sua)