Angka Perceraian Masih Tinggi, Bimwin Catin Masih Menjadi Program Unggulan Kemenag Kebumen Th. 2022

Kebumen – Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin atau biasa disebut BIMWIN CATIN, masih menjadi salah satu program unggulan di seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. Hal tersebut diungkapkan Salim Wazdy, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen saat memimpin rapat koordinasi internal Seksi Bimas Islam pada Kamis, (13/01) di ruang rapat lantai 2 (dua). Hadir pada rapat tersebut, seluruh pelaksana pada seksi Bimas Islam, perencana, bendahara dan Pejabat Pembuat Komitmen.

Rapat koordinasi dilaksankan sebagai tindak lanjut dari arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Ibnu Asaddudin pada rapat pimpinan sebelumnya, Rabu (12/01) di ruang pimpinan.

Salim mengungkapkan, beberpa program Bimas Islam yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di tahun 2022 diantara adalah kerukunan umat dan layanan kehidupan beragama, pembinaan keluarga sakinah, bantuan ormas dan lembaga keagamaan Islam / ormas / lembaga Islam /  LPTQ, pembinaan kemakmuran dan standarisasi masjid, bimbingan perkawinan calon pengantin dan program revitalisasi KUA.

Namun menurut Salim Wazdy, program yang masih akan terus ditingkatkan adalah bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Hal tersebut menyusul laporan dari Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kebumen pada (13/01) melalui pesan singkat yang menyebut bahwa jumlah angka perceraian di Kabupaten Kebumen masih sangat tinggi, bahkan menduduki peringkat pertama terbanyak di Jawa Tengah pada tahun 2021. Berdasarkan data yang diterimanya, ternyata ada sebanyak 3.312 perkara yang ditangani Pengadilan Agama Kabupaten Kebumen selama tahun 2021. Khusus perkara cerai talak sebanyak 693 perkara dan cerai gugat sebanyak 2.227 perkara.

“Untuk itu saya berkomitmen akan bekerja lebih ekstra lagi melaksanakan kegiatan bimbingan perkawinan guna meminimalisir angka perceraian di Kabupaten Kebumen,” tandasnya.

“Saya akan menggerakkan seluruh pelaksana, penyuluh agama, para penghulu, Kepala KUA dan seluruh stakeholder terkait untuk lebih ektra lagi dalam memberikan bimbingan perkawinan dan pembinaan keluarga sakinah kepada masyarakat. “Mudah – mudahan program Bimwin tahun ini bisa berjalan dengan baik, sehingga angka perceraian bisa ditekan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2022 ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen telah mengalokasikan anggaran untuk bimbingan perkawinan sebanyak 20 angkatan dan setiap angkatan akan diikuti oleh 40 peserta.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Kab. Kebumen H. Ibnu Asaddudin saat dikonfirmasi humas setempat menegaskan bahwa tidak cukup hanya bimwin dari Kemenag saja untuk menekan angka perceraian. Tetapi butuh kerjasama dan sinergitas dari seluruh dinas terkait serta para tokoh agama. Ibnu akan berkoordinasi dengan tokoh agama, dan dinas terkaiat sebagai implementasi dari komitmen kebersamaan yang digagasnya untuk mengajak bersama – sama berjuang menekan angka perceraian di kabupaten Kebumen.

“Insya Allah minggu depan saya akan silaturahim ke beberapa tokoh agma, forkompimda serta beberapa dinas terkait. Saya akan mengajak untuk bersama – sama membangun kabupaten Kebumen khususnya dalam bidang keagamaan menuju Kebumen SEMARAK, sejahtera, mandiri dan berakhlak bersama rakyat,” tandasnya.(fz/bd).