Jabat Kepala Kemenag Kebumen, Ibnu Asadudin Siapkan Tiga Komitmen

Kebumen – H. Ibnu Asadudin, secara resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kebumen menggantikan H. Panut. Sedangkan Panut, pindah tugas menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang.

Pelantikan dan sekaligus pengambilan sumpah jabatan dilakukan Jumat (07/01), di Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa tengah. Sebelumnya, Ibnu Asadudin menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha di Kemenag Kabupaten Banyumas.

Setelah resmi dilantik, Ibnu Asadudin menyatakan siap melanjutkan program program yang ada untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Bahkan pihaknya telah memiliki tiga komitmen agar program Kemenag Kebumen kedepan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

‘’ Tiga Komitmen tersebut adalah perasaan keterkaitan atau keterikatan psikologis dan fisik pegawai terhadap Kankemenag Kebumen. Artinya pegawai merasa senang dan bangga bekerja menjadi keluarga besarnya’’ujar Ibnu melalui pesan singkatknya, Minggu (09/01).

Adapun komitmen pertama yakni kebersamaan. Dimana ikatan yang terbentuk  karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa.

‘’ Untuk mewujudkan Komitmen ini ada Empat unsur yang harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yang tergabung didalamnya, pertama harus Sehati-Sepikir atau Satu Visi, kedua Tidak Egois, ketiga Kerendahan Hati dan terkhir Kerelaan Berkorban,’’jelasnya.

Menurut Ibnu, Sehati-Sepikir (Satu Visi) didalam sebuah organisasi tentu terdapat banyak perbedaan. Ini dikarnakan Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok semua harus kuat dan solid. Untuk itu selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi.

‘’ Tinggalkan perbedaan dan galang persamaan, akan mengantar organisasi kita dapat berjalan dengan lancar.’’tegasnya.

Kemudian Tidak Egois. Ibnu menyampaikan sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adalah “makhluk egois”. Apapun yang tidak memiliki nilai tambah buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tersebut hanya punya program, tapi tidak ada kegiatan.

‘’ Tidak ada yang mempelopori, karena semua menganggap apa yang mereka lakukan tidak ada imbal baliknya. Jika Kankemenag Kab Kebumen ingin menjadi organisasi yang solid, maka kita mulai untuk belajar menurunkan Ego demi kepentingan bersama.’’imbuhnya.

Selanjutnya Kerendahan Hati. Organisasi akan memiliki anggota yang hegemoni (campuran). Terkadang ada sebagian anggota yang terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus. Modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih.

‘’ Maka selayaknya anggota yang memiliki usia lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekan rasa sombong dalam diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dengan anggota lainnya. Kerendahan hati akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati dan timbulnya kelompok yang terkotak-kotak.’’ucapnya.

Terkahir unsur Kerelaan Berkorban. Setiap individu dalam sebuah organisasi, akan memiliki sumbangsih yang bisa berbeda-beda. Ada yang mnyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau waktu. Terutama bagi yang memiiliki finansial pasti lebih menyumbangkan dana baik itu untuk transportasi maupun konsumsi

‘’ Sementara yang memiliki waktu mnyumbangkan tenaga, dan waktunya untuk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan negatif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah itung itungan,’’tegasnya.

Untuk itu khusus bagi setiap keluarga besar Kankemenag Kebumen diminta bisa memahami dan terus  belajar agar dapat memenuhi 4 unsur komitmen kebersamaan. Dengan begitu secara perlahan Kankemenag Kebumen bisa menjadi semakin kuat dan solid.

‘’ Kesadaran diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri. siapkah kita?’’,pesannya.

Lebih lanjut Ibnu menjabarkan Komitmen kedua yaitu prestasi. Ini merupakan hasil dari suatu kegiatan aktivitas yang dilaksanakan. Prestasi dapat dicapai oleh setiap orang dengan memanfatkan kemampuann intelektual, emosional, spiritual dan ketahanan diri dalam berbagai aspek.

‘’ Orang berprestasi adalah orang yang memiliki suatu kelebihan kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain serta mampu mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki secara efektif dan efisien.’’jelasnya.

Ibnu memaparkan ada empat kategori prestasi ASN Kankemenag Kebumen. Mulai dari Prestasi kinerja, seni, olah raga dan Prestasi lingkungan hidup. Prestasi juga harus didukung dengan enam sikap, yakni terdiri dari berorientasi cita-cita dan keberhasilan, Keberanian Ambil resiko, Integritas Tuan Rumah, Terbuka Menerima dan menggunakan kritik sebagai umpan balik, serta wajib memiliki sikap kreatif, inovatif dan bisa mengatus waktu.

Untuk komitmen ke Tiga yaitu menjadi yang terbaik. Ini merupakan kebanggaan tersendiri, terlepas dari usaha apa yang dilakukan untuk mencapainya. Namun kebanyakan orang hanya bisa menjadi yang terbaik di satu bidang yang dikuasai saja. Sebab, tidak semua orang memiliki kemampuan multitasking.

‘’ Kata kunci utama dalam hidup jika ingin menjadi terbaik dalam semua hal, yaitu lakukan apapun itu dengan sepenuh hati dan dengan usaha maksimal dari dalam diri. Fokus pada Tujuan Utama, Implementasikn Strategi Pendukung, Jangan Mudah Berpuas Diri, Pahami Lingkungan Tempat Tinggal Asah Kemampuan Keahlian, yakin dengan kemampuan diri dan tempatkan Kankemenag Kebumen Peringkat Teratas,’’terangnya.

Ibnu mengajak kepada seluruh ASN dilingkungan Kankemenag Kebumen untuk membudayakan mencipatakan gagasan/ide, serta mensosialisasikannya. Setelah itu dikaryakan.

‘’ Kita semua senang bila punya sahabat yang bisa melahirkan ide, tidak usah berpikir salah benar, tapi teruslah berkembang sehingga akan mekar merekah menuju prestasi dan mampu mewujudkan Kankemenag Kebumen menjadi yang terbaik,’’tandasnya.(fz/bd).