Isra Mi’raj MTsN 2 Kebumen Dijalankan Sesuai Prokes

Kebumen – MTs Negeri 2 Kebumen, Rabu 23 Februari 202 menggelar kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di dua lokasi. Di Jalan HM. Sarbini Bumirejo dan Jalan Cendrawasih Tamanwinangun Kebumen.

Kepala madrasah Drs. H. Sugeng Purwanto, M.Pd. menyatakan sangat mendukung dan berharap kegiatan Isra Mi’raj ini dapat membentuk karakter dan meningkatkan kualitas shalat siswa siswi MTsN 2 Kebumen.

“Saya sampaikan terimakasih kepada Panitia Isro Mi’roj yang telah melaksanakan kegiatan penanaman karakter ini dengan standar Prokes. Saya berharap dengan pelaksanaan Isro Mi’roj ini kualitas shalat kita, guru dan siswa MTsN 2 Kebumen meningkat.” Tutur Sugeng Purwanto.

Pelaksanaan Isra Mi’raj ini dihadiri oleh Kepala, para Waka  Guru dan perwakilan dari siswa. Mengingat adanya pembatasan dan harus tetap menjaga kesehatan dengan melaksanakan prokres, maka satu kelas diwakili oleh 6 siswa  untuk masing-masing lokasi.

Kegiatan diawali dengan  tahlil dilanjtkan  sambutan kepala madrasah, pembacaan ayat suci Al Quran dan sholawat nabi dan mauidzoh khasanah. Untuk lokasi Jalan Cendrawasih diisi oleh Kyai Fatakhul Chusen, M.Pd dari Kawedusan, Kebumen dan untuk lokasi Jalan HM. Sarbini diisi oleh Kyai Fahrudin, M.Pd dari Sokareni Poncowarno.

Ky Fatahul Chusen dalam mauidhoh hasanah-nya menyatakan siswa untuk bisa menjadi baik pintar dan maju harus mengikuti 3 hal, pertama melaksanakan shalat, menghormati guru, senantiasa memperbaiki shalat  di mana saat memperbaiki pakaian dan saat salat.

Kyai Fahrudin juga mengajak para siswa untuk tidak jadi siswa minderan, jadilah siswa yang punya karakter dan berani, serta harus punya cita-cita yang tinggi.

“Tidak masalah sekolah di MTsN 2 Kebumen tapi cita-citanya harus menjadi nomor satu. Tidak masalah rumahnya di gunung tapi harus punya cita-cita setinggi gunung, Tidak masalah tidak pintar pada bidang-bidang tertentu tapi harus pintar dan ahli dalam sebuah bidang yang ditekuni.” Tutur Kyai Fahrudin lugas.

Selama pengajian disampaikan dengan bahasa  yang kocak, ilmiah dan agamis sehingga langsung mengena dan mudah diterima.  Siswa dan guru peserta Isra Mi’raj tidak merasa bosan bahkan merasa gembira dan antusias mengikuti kegiatan pengajian ini. (Brs/fz/bd).