OSIS MAN 3 Kebumen Soft Launching Majelis Ta’lim Bintang Sembilan

Kebumen – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN 3 Kebumen soft launching program Majelis Ta’lim Bintang Sembilan, Rabu (23/02). Bintang Sembilan sendiri merupakan akronim dari bincang-bincang seputar keagamaan dan keremajaan.

Kegiatan ini merupakan ajang bagi siswa untuk berbincang-bincang mengenai keagamaan dan seputar dunia remaja, sebagai ruang berekspresi siswa karena selama pandemi mereka kurang mendapat ruang dan kesempatan. Majelis ta’lim ini diikuti oleh seluruh pengurus OSIS dan sekbid IMTAK dari masing-masing kelas. Demikian dijelaskan Wakil Kepala MAN 3 Kebumen bidang Kesiswaan, Hj. Siti Badriyah

 “Acara majelis ta’lim ini sepenuhnya dikelola oleh siswa, mulai dari perencanaan sampai pada pelaksanaan kegiatan. Pembawa acara, pengisi musik selingan, host nya pun juga dari siswa. Jadi siswa dapat berkreasi dan berekspresi sesuai bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Soft Launching Majelis Ta’lim Bintang Sembilan ini ditandai dengan bacaan Basmallah bersama dipimpin langsung oleh Kepala MAN 3 Kebumen Ahmad Sultoni. Turut hadir membersamai para siswa diantaranya Ketua Lembaga Pengkajian Agama Islam Nur Wahyudi Mustofa, dan sekretaris  LPAI, Astuti, serta Samsul Maarif selaku pembina OSIS MAN 3 Kebumen.

“Majelis artinya tempat pertemuan dan ta’lim artinya belajar. Jadi majelis ta’lim ini bisa menjadi tempat berkumpul siswa untuk belajar tentang keislaman,” ungkap Ahmad Sultoni dalam sambutannya.

Ahmad Sultoni juga mennjelaskan bahwa kedepannya topik-topik yang dibahas tidak hanya agama Islam saja tetapi juga masalah-masalah lain terkait dunia remaja yang sedang aktual di kalangan remaja juga akan dibahas.  Dia juga siap mendatangkan tokoh-tokoh praktisi pendidikan atau tokoh remaja yang bisa memberikan pengetahuan dan semangat kepada semua peserta majelis ta’lim sebagai narasumber.

Pada akhir sambutannya, kepala madrasah menyatakan bahawa dia menyambut baik dan mendukung kegiatan majelis ta’lim ini. MAN 3 Kebumen belum mempunyai organisasi majelis ta’lim tersendiri, sehingga kegiatan ini bisa menjadi embrio organisasi majelis ta’lim. (dp/fz/bd).