Bekal Perkawinan Bagi 15 Pasang Catin Menjadi SMW

Brebes – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantarkawung kembali melaksanakan giat pembekalan dan bimbingan bagi calon pengantin/pra nikah Angkatan V, selama dua hari, (28-29/03/2022) di Aula Kantor KUA setempat.

Kepala KUA kecamatan Bantarkawung H.M. Lutfi mengatakan, “Kegiatan ini rutin yang digelar tiap tahun sesuai DIPA Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes No 025.03.41726/2022  tentang Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Pranikah bagi calon pengantin, yang menyebutkan bahwa pada saat mendaftar nikah di KUA untuk memenuhi regulasi, calon pengantin (Catin) yang telah mendaftarkan untuk menikah resmi setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan tidak ada halangan, maka calon pengantin itu harus memperoleh Bimbingan Perkawinan pra  nikah,” kata Lutfi diruang kerjanya Rabu, (29/3/2022) pagi.

Dikatakan Lutfi dalam kegiatan rutinan yang digelar ditahun 2022 ini di KUA kecamatan Bantarkawung ada 15 pasang calon penganten mengikuti pembekalan dan pembinaan dengan harapan mereka memiliki bekal dan  pengetahuan menjalankan rumah tangganya/ perkawinannya  secara rukun sebagai suami istri yang sehidup semati, sehingga bisa menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warahmah (SMW).

Tujuan kegiatan ini menitikberatkan pada kesiapan mental bagi calon pengantin, bagaimana  menata dirinya, sehingga siap memasuki jenjang perkawinan, membangun keluarga dan menyiapkan generasi masa depan yang berakhlak mulia.

Selaku Kepala KUA Kec. Bantarkawung, beliau menyampaikan terimakasihnya kepada para pemateri yang telah mmeberikan ilmunya kepada 15 pasang catin secara jelas dan lengkap.

Kegiatan yang diawali dengan pembukaaa oleh Kepala KUA Bantarkawung HM. Lutfi, SAg, M.Pd dengan menghadirkan  narasumber diantaranya dari Puskesmas Bantarkawung Hj, Purkoni SST, BKKBN M Amrulloh ST. MAP dan Fasilitator Bintek Kemenag Brebes  HM. Fauzi, S.Ag dan H. Misbachudin SAg, MHI

Hj. Purkoni selaku Pemateri terkait kesehatan calon penganten  memaparkan pentingnya pencegahan stunting. “Materi ini sangat penting dalam membantu program pemerintah mengingat dikabupaten Brebes masih tingginya angka stunting, maupun AKI, AKB (Angka Kematian Ibu dan Bayi) dengan harapan calon penganten bisa memahami dengan baik materi yang diterimanya dan selalu memperhatikan dengan menjaga kesehatan dari awal reproduksi, kehamilan sampai proses melahirkan bayi  agar selamat dan sehat harapnya.(Hid/Sua)