Pembangunan Gedung SBSN MTs.N 7 Kebumen Telah Dilakukan Dengan Baik Dan Sesuai Prosedur

Kebumen – Pembangunan Gedung SBSN MTs.N 7 Kebumen telah dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur. Demikian ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Ibnu Asaddudin menanggapi berita KABARJATENG.CO.ID Senin (28/03) yang menyebut bahwa pembangunan ruang kelas baru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Kebumen berlokasi di Pembun, Kebumen, tahun anggaran 2021, masih menyisakan permasalahan serius.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen langsung turun ke lapangan bersama Kasat Intel Polres Kebumen Irfan mencari data, Senin (28/03).

Disampaikan H. Ibnu yang menjabat Keplala Kankemenag Kebumen sejak tanggal 07 Januari 2022 bahwa berdasarkan keterangan Pejabat Pembuat Komitmen dan Kuasa Pengguna Anggaran proyek pembangunan MTs.N 7 Kebumen yang bersumber dari dana SBSN tersebut telah dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur.

“Lelang melalui LPSE, sehingga KPA dan PPK MTsN 7 Kebumen melakukan pembayaran berdasarkan termin selesainya pekerjaan sehingga klir.  Adapun hubungan kekurangan pembayaran adalah menjadi wilayah kontraktor,  sehingga bukan menjadi permasalahan MTSN 7.” Ungkapnya.

Sebagai informasi, melansir KABARJATENG.CO.ID, Senin(28/03) tiga orang yang bernama Kasiman Ngatio, Anto dan Eko mengungkapkan adanya permasalahan kekurangan pembayaran terkait proyek pembangunan Gedung MTs.N 7 Kebumen. Kasiman Ngatio yang akrab disapa Ako, merupakan sub kontraktor yang mengerjakan pembangunan ruang kelas baru MTsN 7 di Prembun, Kebumen. 

“Kami merupakan subkon, ada kontraktor atau pemenang lelangnya dari proyek pembangunan MTsN 7 tersebut yaitu RKU. Jujur, kami sangat kesulitan berkomunikasi dengan pihak RKU, kami sangat mengharapkan ada komunikasi yang baik. Kami mengajukan penagihan untuk pembangunan proyek yang sudah kami lakukan dengan progres 95 persen,” beber Ako dibenarkan Anto dan Eko yang membantu dalam pengerjaan di lapangan kepada KABARJATENG.CO.ID di kontrakan Ako di Pangenjuru tengah Purworejo

Dari perhitungan Ako dan kawan-kawan, penagihan proyek dengan progres 95 persen di lapangan yaitu sebesar Rp 5.277.458.000, sementara uang yang sudah diterima Ako baru sebesar Rp 910.000.000.

“Dari perhitungan kami, ada kekurangan pembayaran kepada kami sebesar Rp 4,3 miliar sekian. Nah, ini sangat menyusahkan kami. Kami ini juga harus menanggung para pekerja di lapangan, para suplier material atau bahan bangunan. Tolong lah kami agar apa yang menjadi hak kami, segera dibayar. Kasihan, kehidupan menjadi susah gara-gara belum dibayar,” urai Ako lebih lanjut kepada KABARJATENG.CO.ID yang mengaku sudah mendatangi kantor RKU di Semarang, namun kesulitan bertemu dengan pimpinannya. 

Berdasarkan Hasil diskusi bersama maka Selasa, 29 Maret 22 MTsN 7 Kebumen memfasilitasi untuk pembahasan mencari solusi tersebut. “Bukan mencarikan solusi karena itu murni urusan kontraktor dengan timnya,” tegas Kakankemenag Kebumen.

Pada kesempatan tersebut Ibnu juga menegaskan kepada seluruh warga madrasah agar tetap fokus pembelajaran terus bersama membangun prestasi dan menjadi yang terbaik, jangan sampai terganggu dengan permasalahan ini. (fz/bd).