Belajar Dan Mendidik Diri Menjadi Pribadi Yang Istimewa

Kebumen – Kegiatan amaliah Ramadhan 1443 H KUA Kecamatan Ambal go to school masuk putaran ke- 5. Ramadhan sebagai bulan tarbiyah, waktu yang sangat baik untuk belajar dan mendidik diri untuk menjadi pribadi yang istimewa. Pribadi yang Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) bisa tumbuh dan berkembang secara seimbang. Demikian dikatakan Slamet Riyadi Sami al Hafidz, Penyuluh Agama Islam Non PNS KUA Kec Ambal, saat mengisi  kajian remaja dalam rangka  kegiatan Amaliah Bulan Ramadhan 1443 H, Rabu ( 20 /4/2022) di serambi Masjid al Mustofa  Desa Ambalresmi, Kec Ambal.

Menurut Slamet, siswa siswi dengan rutinitas kegiatan formal  disekolah jelas akan sangat menunjang perkembangan intelektualnya. Tetapi untuk menjadi pribadi istimewa tidak cukup hanya itu. Maka kegiatan amaliah Ramadhan seperti ini menjadi penting dilakukan sebagai bagian untuk melengkapi dan mewujudkan pribadi istimewa itu.“Rangkaian kegiatan ibadah mulai dari shalat Dhuha berjamaah, diteruskan dengan mujahadah Asmaul Husna serta  kajian keislaman yang dilakukan hari ini jelas merupakan hal  yang membantu untuk mengasah spiritual kita.” jelasnya.

“Selain itu, puasa Ramadhan yang dijalani akan  membantu kita untuk lebih mudah menata dan mengelola emosi,” imbuhnya.   

Pada kesempatan yang sama, Slamet mengungkapkan fenomena saat ini yang banyak dialami para orang tua dimana mereka lebih  mengedepankan hebatnyaa  anak pada materi pelajaran tertentu saja dan tidak begitu semangat untuk mengikuti kegiatan keagamaan.“ Tidak sedikit wali murid yang  mengkursuskan anaknya demi matematika, bahasa inggris dan pelajaran eksakta demi mendapatkan nilai bagus. Tetapi  kurang berminat terhadap materi pelajaran agama. Mereka tidak khawatir manakala anaknya kurang mengerti ilmu shalat, tidak bisa baca al Qur’an dengan baik” ujarnya.

Maka dengan adanya program KUA  go to school, Slamet berharap bisa sebagai trigger (pemicu) bagi para orang tua, siswa siswi, untuk bisa mengembalikan fungsi edukasi Ramadhan dalam ranah  keluarga. Sehingga pada akhirnya akan memunculkan generasi baru yang tidak hanya  cerdas intelektualnya saja, tapi juga cerdas  emosional dan spiritualnya.

Diakhir penyampaiannya, Slamet berpesan dihadapan 100 lebih siwa siswi kelas X11 SMKN 1 Ambal yang hadir untuk bisa  meraih cita cita setinggi langit tetapi tetap ingat dimana bumi tempat berpijak. “Silahkan raih passion-mu tetapi ingatlah orang tua yang berkorban untukmu.” pungkasnya. (ar/fz/bd).