3 KUA di Klaten terima proyek pembiayaan SBSN

Klaten – Setelah melewati penilaian yang ketat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pada tahun 2016 ini dari 26 KUA kecamatan yang ada di Klaten, ada 3 KUA sebagai penerima anggaran proyek pembiayaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yaitu Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Karanganom,KUA Kec. Trucuk dan KUA Kec. Manisrenggo masing-masing mendapatkan Rp. 900,000,000.- untuk pembangunan balai nikah dan manasik haji.

Sarana dan prasarana penunjang kegiatan dalam melayani masyarakat sangat dibutuhkan standarisasi yang baik, sebab mau tidak mau KUA adalah bersinggungan langsung dengan hal pelayanan kepada masyarakat, baik buruknya citra Kementerian Agama sebagian besar ditentukan oleh pelayanan yang ada di KUA. “KUA adalah ujung tombak Kementerian Agama karena berhadapan langsung dengan masyarakat, punya tupoksi yang banyak, tidak saja mengurusi nikah, tetapi tugas KUA sangat komplek di tengah masyarakat, dan masyarakat dapat secara langsung melihat dan menilai,” ucap Mustari Kepala Kankemenag Kabupaten Klaten dalam rakor persiapan pembangunan KUA kecamatan dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Klaten di Aula Koppenda Kemenag Klaten (10/2).

KUA harus dapat mengikuti perkembangan dan dinamika masyarakat sekarang ini, sarana pendukung yang baik dan sumber daya manusia yang ada di KUA harus ditingkatkan, masih banyak KUA yang kurang layak, padahal masyarakat menuntut agar mendapatkan pelayanan prima dengan nyaman dan cepat. “Alhamdulilah di Klaten ada 3 KUA yang mendapatkan anggaran tersebut, semoga untuk tahun-tahun yang akan datang disusul dengan KUA yang lain,” harap Mustari.

Dihadapan peserta rakor yang dihadiri oleh Kasi Bimas Islam, pejabat pengadaan, bendahara pengeluaran, ULP, konsultan dan perencana, Kepala KUA kecamatan penerima SBSN berpesan, agar pembangunan KUA dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ikuti aturan yang berlaku, mengedepankan kualitas nilai bangunan, aturan-aturan yang dilalui harus dilaksanakan, kebutuhan-kebutuhan kantor yang utama sangat diperhatikan. “Jangan sampai kita sudah bekerja sesuai aturan, masih ‘dipaido’ , diperkarakan, membuat kita bekerja tidak nyaman dan tidak enjoy,” pesan Mustari.

Untuk itu mari bersama-sama dalam persiapan pembangunan direncanakan yang matang, saling bekerjasama satu dengan yang lainnya. “Semoga kedepan nanti dengan pembangunan KUA yang baru, pegawai dapat memberikan pelayanan maksimal. Ini karena semua pelayanan untuk masyarakat bermula dari KUA, zona integritas tolak gratifikasi dapat berjalan dengan baik,” ajaknya. (Agusjun/gt)