Semarang (Humas) – Sebanyak 37 pelajar terbaik dari jenjang SMA/MA dan SMK/MAK se-Jawa Tengah dikukuhkan sebagai Kontingen Jawa Tengah untuk Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2025. Pengukuhan dilakukan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, sebagai bentuk dukungan dan pelepasan resmi menuju kompetisi tingkat nasional, Senin (21/10/2025).
Kanwil Kemenag Jawa Tengah melalui Katim Kesiswaan Agus Widakdo berikan motivasi dan semangat jalin sinergi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk terus bersama mengawal siswa-siswi Jateng menuju prestasi terbaiknya.

“Empat Madrasah lolos (MAN 2 Surakarta, MAN 2 Kudus, MAN 1 Kudus dan MAN IC Pekalongan) dan ikut mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam ajang FIKSI Tingkat Nasional 2025. Alhamdulillah, madrasah di Jawa Tengah dapat terus meloloskan perwakilan siswa-siswinya untuk menorehkan prestasi diajang kompetisi nasional,” ucapnya.
Kontingen Jateng, yang telah lolos seleksi ketat di tingkat provinsi akan membawa proyek-proyek inovatif di berbagai bidang, termasuk Agribisnis, Kuliner, Fashion, Teknologi Digital, dan Kriya. Tahun ini, FIKSI 2025 mengusung tema besar “Kewirausahaan Hijau: Solusi Lokal untuk Masa Depan Berkelanjutan”.
“Kami optimis, proyek yang dibawa Kontingen Jawa Tengah tidak hanya sekadar ide, tetapi sudah berupa prototype dan bahkan sudah memiliki pasar awal. Contohnya, inovasi di bidang kuliner dengan memanfaatkan limbah pertanian dan teknologi digital untuk promosi pariwisata lokal,” Agus Widakdo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras para siswa dan guru pembimbing.

“Kalian adalah duta inovasi dan kewirausahaan Jawa Tengah. FIKSI bukan hanya ajang lomba, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa pelajar Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam menciptakan solusi bisnis yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal. Jaga nama baik daerah dan tunjukkan semangat Jawa Tengah dalam setiap presentasi kalian,” tegasnya.
Jawa Tengah memiliki tradisi prestasi yang kuat di ajang FIKSI. Peningkatan jumlah medali menjadi target kontingen tahun ini, khususnya pada kategori yang selaras dengan isu-isu prioritas nasional seperti green economy dan pemberdayaan masyarakat.
“Sebelumnya, para peserta telah menerima pembekalan intensif, mulai dari penyempurnaan proposal bisnis, teknik presentasi, hingga strategi pemasaran produk. Pelatihan ini diharapkan dapat lebih mempersiapkan mereka tidak hanya sebagai juara kompetisi, tetapi juga sebagai calon wirausaha muda yang tangguh dan berkelanjutan,” harap Sadimin.(Sua)







