4 modal dasar pramuka santri dalam bermasyarakat

Karanganyar – Perkemahan Pramuka Santri Nusantara Tingkat Kabupaten Karanganyar ini bertujuan untuk menyeleksi santri terbaik yang nantinya akan diikutsertakan dalam kegiatan yang sama tingkat provinsi di Pemalang bulan Mei mendatang. Kami akan berupaya keras untuk menyukseskan kegiatan ini, harapannya santri dari Kabupaten Karanganyar dapat meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Berikut harapan yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara di Ponpes Hidayatul Ulum Toh Kuning Kecamatan Karangpandan, Senin, 30/03/2015.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar ini diikuti oleh 50 santri perwakilan dari pesantren yang berada di Bumi Intanpari. Santri-santri tersebut berkemah selama dua hari dan mengikuti berbagai perlombaan yang akan mengeksplore kemampuan intelegensia dan kedisiplinan seperti baris-berbaris, menulis essay dalam bahasa asing, teknologi tepat guna, dan lain sebagainya.

Kepada santri yang mengikuti perkemahan ini Musta’in mengatakan bahwa pramuka harus berani rekoso, harus berani bekerja keras, karena tugasnya saat ini yang paling utama adalah belajar dengan sungguh-sungguh.

“Disamping menekuni pelajaran yang ada di madrasah, ada empat hal dasar yang harus dipelajari oleh pramuka, diantaranya adalah belajar melakukan sesuatu dengan benar, belajar taat pada hukum, belajar norma sosial dan belajar norma susila. Hal tersebut dapat menjadi modal pramuka santri dalam hidup bermasyarakat”, jelasnya.

”Jaga nama baik madrasah dan pesantren, karena masa depan umat Islam ada di tangan kalian. Jangan mengikuti paham keagamaan yang ekstrim seperti Islamic State Of Iraq and Suriah (ISIS). Pramuka harus beragama secara seimbang dan moderat, karena kita berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”, lanjutnya.

Pramuka dipandang oleh masyarakat sebagai pelopor kemandirian, kedisiplinan dan keterampilan, sehingga Musta’in berpesan agar pramuka menjadi pioner kebaikan di tengah-tengah keluarganya, teman-temannya dan lingkungan masyarakat. Terlebih ada peran sebagai santri yang melekat pada dirinya. (Hadi)