Akhmad Farkhan : Islam Bukan untuk Sekelompok Orang, Namun Untuk Seluruh Umat Manusia

Tegal– Dalam rangka menjunjung tinggi toleransi keagamaan dan wawasan nasional tanpa membedakan ras, suku dan agama terutama dikalangan pelajar, Kantor Kementeraian Agama Kota Tegal melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) menggelar kegiatan Wawasan Islam Rahmatan Lil’Alamin dan Multikultural bagi Siswa/siswi SMA/SMK se Kota Tegal, Selasa (13/03) di Hotel Pesona Tegal

Mengawali sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Akhmad Farkhan menegaskan, kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Agama dalam rangka menyatukan pola pikir kepada seluruh masyarakat Indonesia yang beragama apapun di Indonesia,  hidup dengan rukun, saling menghargai dan toleransi antar sesama, kegiatan ini bisa dimulai dini dari dunia pendidikan, terutama bagi siswa-siswa SMA/SMK sebagai penerus bangsa kedepan.

Islam itu bukan untuk sekelompok orang tapi untuk seluruh umat manusia dalam kehidupan sehari-hari, islam menghormati agama lain, islam adalah agama rahmatan lil alamin artinya islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, “ungkap Farkhan saat memberikan paparanya.

Kegiatan ini sangat penting, karena akan memberikan wawasan rahmatan lil’alamin yang mendasar dan mendalam oleh para Nara Sumber, bukan kekerasan/radikal, namun untuk saling memahami sebagai hamba Allah SWT.

Selain itu, islam juga merupakan agama yang cinta damai, jangan sampai para generasi penerus bangsa ini mau disusupi paham/aliran yang menyesatkan, termasuk narkoba, “imbuhnya.

Farhan menambahkan,.dengan menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bukan berarti disikapi dengan fanatik buta, tetapi harus dilakukan dengan semangat toleransi, kerukunan serta kedamaian.

Hal tersebut dilakukan, karena agama Islam mengajarkan keselamatan kepada semua orang, tanpa harus mengkotak-kotakkan satu dengan yang lain.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), Muhsonah selaku Ketua Panitia Penyelenggara sebelumnya menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan atas dasar latar belakang saat-saat ini, khususnya di Indonesia semakin banyaknya bermunculan paham-paham keagamaan yang dapat memicu komplik sara, maka menurutnya penanaman nilai-nilai agama melalui para siswa-siswi akan menjadi lebih efektif.

Kegiatan ini sangat penting untuk diketahui terutama bagi para siswa agar mampu memberikan penjelasan kepada siapapun tentang ragam kehidupan di dunia, sehingga para pelajar nantinya akan tahu bahwa masyarakat Indonesia ternyata terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya.

Oleh karena itu, beliau menghimbau kepada semua peserta yang notabene para pelajar untuk serius mengikuti kegiatan ini, “ajaknya. (IM/rf)