Penyuluh Berperan Sebagai Penyejuk di Masyarakat

Klaten – Kepala Subbag Tata Usaha mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Klaten, Sudarsana secara resmi menutup menutup Kegiatan Diklat Di Luar Kampus (DDLK) Balai Diklat Keagamaan Semarang (BDK) Diklat Teknis Subtantif Penyuluh Agama Non PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten.

Acara penutupan dilakukan setelah para peserta mengikuti kegiatan selama 7 hari yang dimulai dari tanggal 5-11 Maret 2018 bertempat di Aula Lantai 2 Koppenda Kemenag Klaten. Kegiatan yang kedua kali  dilaksanakan di Kabupaten Klaten ini diikuti oleh 40 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS tahun 2018, Minggu (11/3).

Sudarsana dalam sambutan arahannya banyak memberikan apresiasi kepada BDK Semarang atas terselenggaranya kegiatan DDLK Diklat Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kabupaten Klaten, karena menurutnya kegiatan ini sangat penting untuk menambah pengetahuan dan pemahaman para peserta terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh.

"Kegiatan ini menyiapkan penyuluh untuk memiliki pengetahuan, keterampilan, kecakapan dalam memberikan penyuluhan serta mampu berkontribusi dan menjadi teladan dimasyarakat," tandas Sudarsana.

Dengan pembekalan materi yang telah disampaikan oleh widyaiswara yang berkompeten dibidangnya diharapkan dapat mewujudkan penyuluh yang memiliki kompetensi serta melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menyiarkan konsep-konsep baik di masyarakat.

"Kepada para peserta diklat agar dapat menularkan  ilmu pengetahuan atau pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti Diklat kepada penyuluh yang belum mengikuti diklat, sebagai penyejuk masyarakat dalam menghadapi pesta demokrasi," harap Kasubbag.

Sementara itu Muhroji Arifin dari BDK Semarang minta kepada para peserta agar setelah mengikuti diklat harus ada perbedaan dari sebelumnya, ada peningkatan untuk evaluasi dalam menjalankan tugas kepenyuluhan.

Kegiatan Diklat yang berlangsung selama 7 hari berjalan dengan tertib lancar dan sukses. Para peserta sangat antusias serta sangat aktif mengikuti kegiatan, terutama ketika diadakan tanya jawab diskusi antar peserta yang dipandu oleh widyaiswara. Pengetahuan yang telah diserap selama diklat untuk diaplikasikan di masyarakat binaannya.(aj/Wul)