Antisipasi Penularan Covid-19, Pondok Modern Tazakka Batang Terapkan Prokes Ketat Pada Santri Yang Kembali Ke Pondok

Batang – Memasuki musim Pembelajaran Baru setelah libur hari Raya para Santri di Kabupaten Batang baik yang mondok di Ponpes di Kabupaten Batang maupun di luar kota secara bertahap berangkat ke Ponpes masing-masing. Pondok pesantren menerapkan Prokes yang ketat terhadap kedatangan Santrinya diantaranya santri wajib membawa hasil Swab anti gen. Pondok Moderen Tazzaka Batang juga melakukan hal yang sama para santri mulai berdatangan kembali ke pondok pada Sabtu, (22/05),

Menurut Direktur PM. Tazakka Muhammad Bisri mangatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan  Maklumat Direktur KMI Nomor 20 Tahun 2021 tentang jadwal kedatangan Siswa Kelas 5 tentang Prosedur dan Tata Tertib Kedatangan Santri yang berisi tentang prosedur kedatangan para santri.

“ Sebagai upaya terpadu untuk PM Tazakka telah mengeluarkan prosedur kedatangan santri yang tertuang dalam Maklumat Direktur KMI Nomor 20 Tahun 2021 tentang kedatangan siswa kelas 5 yaitu, 1)Kedatangan santri bertempat di Gedung Indonesia 1 pada pukul 08.00 – 12.00 WIB dengan diantar orangtua/wali masing-masing santri. (Santri tidak diperbolehkan ikut/menumpang kendaraan santri lain).2)Pakaian yang dikenakan adalah baju seragam batik, celana hitam dan bersepatu pantopel dengan rambut rapi (cukuran standar pondok).3)Menyiapkan secara terpisah satu pasang baju ganti, alat mandi dan handuk. Santri wajib mandi setelah menjalani tes GeNose C19 dan mengganti pakaiannya setelah mandi.4)Terkait syarat masuk, yang ditentukan adalah GeNose C19 dengan biaya masing-masing sebesar Rp. 40.000. Tes GeNose dilakukam di halaman Gedung Indonesia 1.5) Selama menunggu pemeriksaan GeNose C19 santri duduk tertib dan tidak bercakap-cakap dengan yang lain.6) Santri dilarang makan dan minum 30 menit sebelum tes GeNose (kecuali air putih).7) Membawa Kartu Tanda Bukti Kelengkapan Data & Dokumen Siswa KMI yang diunduh dan dicetak dari aplikasi Tazakka Mobile dan menyerahkan kepada Panitia Kedatangan Santri,” tegas Muhammad Bisri.

Dia menambahkan bagi santri yang berasal dari Jawa Tengah khususnya, jika didapati hasil tes GeNosenya Positif maka akan diarahkan untuk pulang kembali dan selanjutnya melakukan SWAB PCR mandiri dan mengkarantina selama 10 hari, sedang yang berasal dari luar Jawa Tengah, jika hasil GeNosenya positif akan dikarantina terpisah di tempat yang sudah disediakan oleh pondok dan selanjutnya harus melakukan tes Swab Pcr.

Sementara secara terpisah Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kab. Batang H. Sugiedi mengatakan bahwa semua pondok pesantren diwilayahnya pada pasca lebaran ini mulai kembali kepondoknya.

“ Kami telah memerintahkan pada seluruh potensi PD. Ponteren untuk memantau kedatangan para santri di seluruh pondok pesantren di wilayah Batang, kami juga sudah berkordinasi dengan seluruh pengurus pondok untuk bersama-sama memperhatikan prokes dari para santri yang baru dating, bila perlu segera melakukan tindakan seperlunya agar para santri dalam kondisi sehat sehingga dapat mengikuti pembelajaran seperti biasanya, “ kata H. Sugiedi.

Dia menambahkan bahwa kebijakan tentang penerimaan kedatangan santri tahun ini menurutnya diserahkan secara penuh pada pondok secara mandiri, menyikapi ini semua pondok telah mengeluarkan aturan dan kebijakan yang diterapkan untuk para santri yang akan kembali kepondoknya. Untuk menghindari kerumunan Kedatangan Santri dijadwalkan juga secara bertahap  sesuai edaran yang sdh disampaikan kepada wali santri masing- masing. ( Siswoyo.PD Pontren/Zy )