Bangun Spiritual Anak Usia Dini Dengan Latihan Manasik Haji

Wonogiri – Usia anak-anak adalah masa yang peka bagi pendidikan rohani, usia dimana jiwanya relatif lugu dan polos masih belum terlalu banyak tercoreng dengan hiruk pikuk kehidupan. Latihan manasik haji pada anak TK/RA dapat merupakan salah satu cara memberikan pengalaman pelaksanaan ibadah lengkap yang sedemikian rupa sehingga sangat berkesan dan tertanam dalam jiwanya yang masih polos dan  nantinya menjadi bagian  dari kepribadiannya yang agamis cenderung kepada perilaku sesuai tuntunan  agama dan anak akan selalu ingat dengan aktifitas tersebut membentuk karakter anak sholeh.

Hal tersebut di lakukan oleh KUA Kecamatan Giriwoyo yang di bantu Para Penyuluh Agama Islam Fungsional melakukan bimbingan manasik anak-anak PAUD dan TK Kalimosodo Giriwoyo, Jum’at (31/03)  yang di ikuti oleh siswa PAUD dan TK setempat dan bertempat di halaman TK tersebut.

Kegiatan tersebut di lakukan sebagai salah satu langkah konkrit dan kontribusi nyata Kementerian Agama kepada masyarakat utamanya insan pendidikan, sehingga peran dan fungsi Kemenag bisa di rasakan masyarakat dalam menciptakan kualitas beragam.

Misbahudin selaku Kepala KUA Kecamatan Giriwoyo di bantu oleh para penyuluh Agama Islam Fungsional terjun langsung memberikan bimbingan kepada anak-anak usia dini tersebut, mulai dari cara berpakaian ihrom, thowaf dan Sai serta melempar jumroh.

Selain itu beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam rangka menjadikan karakter anak menjadi anak sholeh bukan anak salah, memang mengharukan sekaligus memberikan aura positif kepada perkembangan anak-anak. Kegiatan manasik haji bagi siswa PAUD/TK/RA ini memang wajib diperkenalkan kepada para anak-anak usia dini ini agar menjadi bekal iman untuk masa depannya.

“Ada benarnya pepatah yang mengatakan mendidik anak secara keras dan disiplin di saat kecil  ibarat mengukir diatas batu, sesuatu yang akan membekas kedalam memori mereka, apalagi usia anak-anak di rentang waktu taman kanak-kanak termasuk usia emas” ungkap Misbahudin.

Adapun sebagai pembimbing latihan manasik haji adalah H. Misbahudin Kepala KUA Giriwoyo memandu anak-anak latihan membaca doa dan mempraktekkan thawaf, sai, tahallul dan melempar jamarot.

Selain itu juga menjabarkan makna umum thawaf mengelilingi Kabah adalah wujud penyembahan dan penghormatan kepada Allah SWT, Sa’i ibarat melakukan kegiatan lari-lari kecil yang dilakukan istri Nabi Ibrahim dalam mencari air antara bukit Shafa dan Marwah. Sedangkan lempar jum’rah ibaratnya kita melempar batu kerikil kecil kepada dinding yang dianggap sebagai perwujudan setan penganggu manusia yang harus dihindari dan dilawan. (Mursyid – Heri/wul)