Baznas Kab. Magelang Belajar Manajerial Zakat ke Kebumen

Mungkid – Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Magelang mengadakan kunjungan kerja ke Baznas Kabupaten Kebumen, Selasa, (27/02) di Gedung Press Center Pemkab Kebumen. Sebanyak 40 anggota mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Baznas Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, menyampaikan ada tiga hal yang melatarbelakangi kunjungan kerja tersebut. Pertama, Baznas Kab. Magelang perlu menumbuhkan kepercayaan masyarakat  melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Jika masyarakat sudah percaya kepada Baznas, insyaallah apa yang menjadi tugas dan program Baznas dapat diterima dengan baik,” kataya.

Kedua, saat ini Baznas belum menerapkan UU terbaru tentang zakat, sehingga perlu belajar kepada Baznas yang sudah menerapkan.

Ketiga, belajar manajerial zakat yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan dan pertanggungjawaban zakat.

“Kita ingin belajar bagaimana strategi pengelolaan, bagaimana managemennya, dan bagaimana sistem pengumpulannya,” kata Wafa.

Sisi manajerial pada Baznas menurut Wafa menjadi isu yang penting karena setelah pencanangan Gerakan Sadar Zakat di Kabupaten Magelang oleh Kakanwil Kemenag Prov Jateng (14/2), Baznas nantinya akan mengelola dana zakat yang besar. Hal ini disebabkan ASN di Kabupaten Magelang akan menyetorkan zakatnya ke Baznas.

Sesuai data Baznas, pada tahun 2017 telah mengelola dana sebanyak 2 Milyard. Sehingga dengan bertambahnya ASN yang membayar zakat, Baznas diharapkan semakin profesional dalam pengelolaannya.

Ketua Baznas Kab. Kebumen Djatmiko, menyampaikan bahwa Baznas Kab. Kebumen menjadi yang pertama di Jawa Tengah yang mempraktikan kepengurusan Baznas semuanya Non PNS. Selama kurun waktu 2008 s.d. 2018, telah mengelola 21 Milyard. Laporan ditayangkan dalam dua bulan sekali, dan pengelolaannya yang transparan dan profesional.

Salah satu peserta dalam kunjungan tersebut, JFU pada Penyelenggara Syariah Bambang Sutrisno,  melalui media sosial menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut membawa manfaat yang besar bagi peningkatan SDM dalam mengelola zakat.

“Sesuai paparan Ketua Baznas Kab. Kebumen kita dapat memetik tiga pelajaran penting. Pertama, lebih mengutamakan atau memberdayakan Non PNS untuk kepengurusan Baznas, sehingga pengurus lebih konsentrasi dalam mengelola Baznas,” kata Bambang.

“Selanjutnya, lebih mengoptimalkan pelayanan langsung di masyarakat baik untuk pentasyarufan bantuan konsumtif atau bencana, dan ketiga, lebih mengedepankan Bantuan Beasiswa karena menurut Ketua Umum Baznas Kebumen, pendidikan adalah aset utama pemberdayaan masyarakat,” katanya. (bsd/am/bd)