Bersinergi Dengan Puskesmas, KUA Batur Adakan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Mandiri

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara – Sebanyak 6 pasang (12 orang) calon pengantin mengikuti kegiatan Bimbingan Calon Pengantin di aula balai nikah KUA Kecamatan Batur, Senin (22/05/23). Kegiatan ini merupakan bimbingan perkawinan calon pengantin mandiri yang diselenggarakan oleh KUA Kecamatan Batur dan Puskesmas Batur 2.

Mewakili Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Batur, Agus Salam menyampaikan sambutan sekaligus materi kepada para peserta. Agus mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Batur 2 atas kerja samanya.

“Kami mewakili KUA Kecamatan Batur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Puskesmas Batur 2. Kita mempunyai tanggung jawab bersama memberikan bekal pengetahuan terhadap para calon pengantin untuk mengarungi kehidupan berkeluarga”, terangnya.

Agus menyampaikan materi singkat kepada ke enam pasang calon pengantin. Ia menekankan bahwa menikah itu adalah bukan hal yang main-main. Oleh karenanya diperlukan persiapan yang matang.

“Menikah itu adalah sesuatu yang sacral dan tidak main-main. Tujuan pernikahan adalah membentuk keluarga yang bahagia yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai sakinah mawaddah wa rahmah. Oleh karenanya sangat penting bagi kalian calon pengantin mendapatkan bekal ilmu baik ilmu terkait berkeluarga menurut ajaran Islam maupun ilmu terkait kesehatan reproduksi”, tandasnya.

Selanjutnya, Bidan Malika Lina Afifa dari Puskesmas Batur 2 menyampaikan materi terkait kesehatan reproduksi. Lina menyampaikan pentingnya calon pengantin mengetahui kesehatan reproduksi baik calon suami maupun calon istri.

“Hal yang kecil tetapi penting yang harus kalian perhatikan terkait kesehatan reproduksi adalah  mengganti pemakaian celana dalam dua kali dalam sehari. Ini penting untuk menjaga kesehatan alat reproduksi. Selanjutnya kalian nantinya terikat dalam ikatan suci pernikahan, oleh karenanya seorang suami atau istri harus menjaga kesetiaan terhadap pasangannya masing-masing . Tidak boleh seseorang yang sudah berkeluarga mencoba pasangan yang lain di luaran, selain berdosa besar juga akan membawa penyakit menular seksual”, jelasnya.

Menutup penyampaian materinya, Lina menyampaikan bahwa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang sehat akan menciptakan kehidupan berkeluarga yang sehat dan berkualitas baik jasmani maupun rohani. Kehidupan keluarga yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan generasi yang berkualitas pula. (az/rf)